PEMALANG, iNewsPemalang.id – Kondisi pascalongsor di Desa Watukumpul, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, masih menjadi perhatian pada Minggu (4/10/2026). Material tanah longsor yang terjadi Sabtu (3/10) petang menutup akses jalan lingkungan dan merusak rumah warga.
Longsor terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di RT 01 RW 03 setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Laporan kejadian diterima pemerintah kecamatan sekitar pukul 19.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Namun, longsoran menyebabkan bagian dapur rumah milik Karno ambruk.
Rumah warga lainnya, milik Wagiyo, juga terdampak. Retakan masih terlihat pada bagian tembok atau benteng rumah sehingga kondisi bangunan perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan keamanan penghuni.
Selain merusak bangunan, material longsor menutup jalan lingkungan RT 01 RW 03. Akses warga masih membutuhkan penanganan melalui pembersihan material dan kerja bakti.
Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) telah melakukan peninjauan serta pemantauan awal. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi tanah dan bangunan terdampak, mengingat masih terdapat potensi pergerakan tanah susulan.
Akses Semingkir-Watukumpul Ditutup Sementara
Penanganan kondisi di wilayah Watukumpul juga berlanjut pada Minggu. Kasi Trantib Kecamatan Watukumpul, Gigih Panuntun, mengatakan akses jalan Semingkir-Watukumpul sementara ditutup untuk kendaraan roda empat hingga sore hari.
Penutupan dilakukan karena jembatan di sekitar Warung Juminten akan dibongkar total pada hari ini.
“Ini kami sudah di kecamatan mau melakukan penutupan jalan,” kata Gigih Panuntun.
Di tengah penanganan tersebut, pihak kecamatan bersama BPBD juga dijadwalkan menyalurkan bantuan sembako kepada warga di Sikemplang, Watukumpul, sebelum melanjutkan kegiatan ke wilayah Majakerta.
Sementara itu, berdasarkan laporan sementara Kasi Trantib Kecamatan Watukumpul, kerugian akibat longsor ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.
Camat Watukumpul Arief Rachman Hakim (Arra) meminta pemerintah desa memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, terutama memasuki musim penghujan.
“Memasuki musim penghujan, kami mengimbau seluruh kepala desa mengaktifkan simpul-simpul kesiapsiagaan masyarakat melalui Destana yang sudah terbentuk di tiap desa,” ujar Arra.
Menurutnya, Destana memiliki peran penting dalam mempercepat respons masyarakat ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat.
Hingga Minggu, situasi di lokasi longsor dilaporkan aman dan kondusif. Pemantauan tetap dilakukan terhadap kondisi tanah, retakan bangunan, serta akses jalan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan dan memastikan keselamatan warga.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
