Kondisi ini memperlihatkan bahwa Watu Tumpeng bukan sekadar tinggalan masa lalu. Situs tersebut masih berhubungan dengan kehidupan sosial dan keyakinan sebagian masyarakat hingga kini.
Potensi Edukasi
Pemerintah daerah telah berupaya mengenalkan Watu Tumpeng sebagai bagian dari potensi budaya Pemalang. Situs ini pernah dimasukkan dalam kegiatan city tour Pemalang Vaganza pada 2022.
Selain aspek wisata, Watu Tumpeng memiliki potensi sebagai ruang edukasi sejarah lokal. Dokumen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang sebelumnya juga mencatat rencana penataan lingkungan situs sebagai bagian dari upaya pelestarian.
Pengembangan tersebut perlu berjalan seiring dengan perlindungan terhadap tinggalan budaya dan keterlibatan masyarakat sekitar. Situs cagar budaya tidak cukup hanya dipromosikan, tetapi juga perlu diteliti, dirawat, dan didokumentasikan secara berkelanjutan.
Menjaga Jejak, Merawat Ingatan
Watu Tumpeng merupakan bagian dari sejarah dan lanskap budaya Pemalang selatan. Nilainya terletak pada tinggalan fisik, konteks megalitik, tradisi lisan, serta hubungan masyarakat dengan situs tersebut.
Bagi pemerintah, Watu Tumpeng merupakan cagar budaya yang harus dilindungi. Bagi peneliti, situs ini menjadi sumber kajian sejarah dan kebudayaan. Sementara bagi masyarakat, Watu Tumpeng merupakan bagian dari ingatan dan tradisi yang diwariskan antargenerasi.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
