Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sijago Merah Lahap Rumah Warga Kendaldoyong, Diduga Dipicu Korsleting Kipas Angin
Advertisement . Scroll to see content

Harga Anjlok, Petani Jahe di Lereng Gunung Slamet Pemalang Merugi

Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:51 WIB
  • author Aryanto
Harga Anjlok, Petani Jahe di Lereng Gunung Slamet Pemalang Merugi
Harga jahe di petani wilayah Kecamatan Pulosari Pemalang mengalami penurunan drastis. Foto: Istimewa

PEMALANG, iNewsPemalang.id – Petani jahe di lereng Gunung Slamet, tepatnya di wilayah Kecamatan Pulosari, tengah menghadapi situasi sulit. Meski panen sedang melimpah dengan kualitas jahe yang baik, harga jual di pasaran terus merosot, membuat petani menanggung kerugian besar.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga jahe cenderung turun. Saat ini, harga hanya berkisar Rp8.000 per kilogram—lebih rendah dibanding minggu sebelumnya. Kondisi ini membuat petani semakin resah, apalagi banyak dari mereka masih menyimpan stok jahe dalam jumlah besar, baik yang sudah dipanen maupun yang masih di lahan.

"Jahe kami melimpah, tapi harganya justru terus turun. Minggu lalu kami masih berharap ada kenaikan, ternyata malah semakin murah," ujar seorang petani setempat, Selasa (19/8/2025).

Banyak petani yang sempat menunda panen, berharap harga berbalik naik. Namun, penurunan harga yang terus terjadi justru memperparah kerugian. Jahe yang disimpan terlalu lama akan menyusut beratnya karena mengering, otomatis harga jualnya pun makin jatuh.

Tak hanya jahe biasa, harga jahe merah juga mengalami penurunan. Hal ini semakin memukul petani, mengingat masa tanam jahe membutuhkan waktu panjang, antara 7 hingga 12 bulan.

"Kami hanya bisa berharap harga kembali normal. Stok masih banyak, kalau dibiarkan terus begini, kami benar-benar rugi," keluh petani lainnya.

Situasi ini menjadi alarm bagi petani dan pihak terkait untuk mencari solusi atas ketidakstabilan harga hasil pertanian, terutama komoditas jahe.

Editor: Aryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut