Setahun Lebih Rusak, Kondisi Jembatan Desa Pabuaran Curi Perhatian Saat Baksos IDI Pemalang
PEMALANG, iNewsPemalang.id – Kondisi jembatan di Desa Pabuaran, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, kian memprihatinkan. Jembatan yang menjadi akses vital warga itu mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Jembatan tersebut menghubungkan Desa Pabuaran dengan Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh, sekaligus menjadi jalur utama menuju jalan kabupaten. Meski rusak, warga tetap melintasinya setiap hari karena tidak ada akses alternatif lain. Selain jembatan, sejumlah ruas jalan di Desa Pabuaran juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pemalang saat kegiatan bakti sosial bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pemalang berupa skrining kehamilan dan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Pabuaran, Kecamatan Bantarbolang, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie, M.Kes., dan berlangsung lancar.
Dalam kesempatan itu, dr. Nofie menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama Bupati Pemalang.
“Bapak Bupati berkomitmen menyelesaikan masalah infrastruktur jalan. Jika anggaran 2025 belum mencukupi, akan direncanakan masuk di anggaran 2026 dan seterusnya. Semua jalan di Kabupaten Pemalang harus halus dan mulus, terlebih ini jalur vital perekonomian,” ujar dr. Nofie
Abdul Kodri, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim IDI Pemalang. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai momen penting bagi warga yang selama ini jarang tersentuh program bakti sosial kesehatan.
“Kami berterima kasih kepada IDI Pemalang dan dr. Aris Munandar. Harapan kami, Desa Pabuaran tidak lagi dianaktirikan," ujarnya.
"Kami juga mengapresiasi ibu dr. Noor Faizah yang memperhatikan kondisi jalan dan jembatan di desa kami," tambahnya.
"Semoga jalan dan jembatan segera diperbaiki. Akses ini sudah tembus ke Jati Royom. Jika jalannya baik, Pabuaran bisa menjadi jalur alternatif dan ekonomi warga akan meningkat,” tandasnya.
Jembatan Glagar Besi di Desa Pabuaran dilaporkan mengalami penurunan struktur (anjlok) sudah cukup lama, lebih dari setahun, sehingga permukaan jembatan menjadi bergelombang. Warga menduga kondisi tersebut dipicu oleh tingginya debit air dan derasnya arus sungai di bawah jembatan.
Jembatan yang melintang di atas Sungai Comal itu tampak bergelombang di bagian tengah akibat pilar yang turun. Sejumlah pilar juga dipenuhi sampah berupa ranting pohon yang tersangkut. Meski demikian, warga masih melintas menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa rasa khawatir, di jembatan sepanjang 72 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter tersebut.
Berdasarkan prasasti di lokasi, jembatan ini dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Integrasi pada 2014. Pembangunan jembatan menelan dana integrasi sebesar Rp492,5 juta serta dana swadaya masyarakat Rp335,268 juta. Proyek tersebut dilaksanakan secara swakelola dengan dukungan Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri serta Pemerintah Kabupaten Pemalang, dan diresmikan oleh Bupati Pemalang saat itu, Junaedi.
Editor : Aryanto