get app
inews
Aa Text
Read Next : Kepala Biro Humas Kementerian UMKM Tewas dalam Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang

Duka Menyelimuti Pemalang, Tanah Longsor Kembali Merenggut Korban

Sabtu, 07 Februari 2026 | 21:39 WIB
header img
Belum genap dua pekan, bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Pemalang dan menelan korban jiwa, Jumat (6/2/2026). Foto: Istimewa

PEMALANG, iNewsPemalang.id — Duka kembali menyelimuti Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, bencana tanah longsor kembali merenggut korban jiwa. Kali ini, longsor terjadi di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Jumat (6/2/2026) sore, akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Pemalang bagian selatan.

Peristiwa tersebut menewaskan seorang anak perempuan berusia 9 tahun, Kiki Puji Yuliani, dan melukai ibunya, Yuliati (37), warga RT 004/RW 001 Desa Jojogan. Keduanya tertimbun material longsoran saat berada di dalam rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan deras telah mengguyur Kecamatan Watukumpul sejak pukul 13.30 WIB. Sekitar pukul 16.30 WIB, tebing setinggi kurang lebih 10 meter di belakang rumah milik Puji Purwanto runtuh. Material tanah dan bebatuan langsung menimpa bangunan rumah korban serta menutup akses jalan raya penghubung Watukumpul–Cikadu.

Akibat kejadian itu, Kiki Puji Yuliani meninggal dunia. Sementara sang ibu mengalami luka berat dan patah tulang. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan upaya evakuasi dan membawa kedua korban ke Puskesmas Watukumpul. Namun, dalam perjalanan, nyawa korban anak tidak dapat diselamatkan.

Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan rumah korban mengalami kerusakan berat. Kerugian materiil akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp130 juta. Akses jalan Watukumpul–Cikadu sempat lumpuh total akibat tertutup material longsoran.

Camat Watukumpul, Arif Rahman Hakim, mengatakan hujan deras yang berlangsung selama berjam-jam menjadi pemicu utama terjadinya longsor.

“Sekitar pukul 16.30 WIB, tebing di belakang rumah warga runtuh dan menimpa rumah serta menutup jalan. Tim gabungan langsung melakukan penanganan,” ujarnya.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur Trantibum, Polsek, Koramil, Relawan Bencana, Destana Jojogan, serta warga setempat melakukan evakuasi korban dan pembersihan material longsor secara manual menggunakan peralatan seadanya.

“Material longsor yang menutup jalan sudah dibersihkan. Namun kondisi masih terkendala hujan, listrik padam, dan arus lalu lintas padat merayap. Kendaraan melintas bergantian, baik roda dua maupun roda empat,” jelas Arif.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan, longsor menimpa satu rumah warga dan menyebabkan satu korban meninggal dunia serta satu korban luka-luka.

“Kedua korban merupakan ibu dan anak. Saat kejadian, keduanya berada di dalam rumah,” kata Kapolres.

Korban meninggal dunia, lanjutnya, telah dievakuasi dan disemayamkan di rumah Kepala Desa Jojogan. Sementara korban luka masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Watukumpul.

Kapolres juga menambahkan, material longsor yang sempat menutup akses jalan Desa Jojogan–Cikadu telah berhasil dibersihkan melalui kerja bakti aparat dan masyarakat setempat.

Sebelumnya, bencana serupa juga terjadi di Dukuh Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, pada 25 Januari 2026. Longsor tersebut menewaskan dua orang, yakni ayah dan anak, yang saat itu sedang beraktivitas di kawasan hutan. Rentetan kejadian ini menegaskan tingginya kerawanan bencana longsor di wilayah selatan Pemalang saat musim hujan.

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut