Polisi Selidiki Dugaan Perundungan Siswa SD Kebondalem yang Meninggal Dunia, Autopsi Digelar
PEMALANG, iNewsPemalang.id – Polisi menyelidiki dugaan perundungan atau kekerasan terhadap Muhammad Hasbi Al Aqib (MHA), 7, murid SD Negeri 1 Kebondalem, kelas 2, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr Ashari Pemalang.
Dugaan MHA menjadi korban kekerasan tersebut merupakan salah satu informasi yang didalami penyidik. Namun, polisi belum menyimpulkan adanya keterkaitan antara dugaan perundungan dengan penyebab kematian korban.
Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Faizal Wildan mengatakan, Satreskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima informasi masyarakat terkait kematian seorang anak yang diduga mengalami kekerasan.
“Semalam kami Satreskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima laporan dari masyarakat atau adanya informasi bahwa ada seorang anak meninggal dunia yang diduga akibat adanya tindakan kekerasan,” kata Wildan kepada wartawan di RSUD dr. Ashari, Kamis (1/10/2026).
Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi mendatangi rumah duka dan meminta keterangan awal dari orang tua serta orang-orang terdekat korban. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi korban sebelum meninggal, termasuk informasi mengenai dugaan kekerasan yang dialaminya.
“Semalam kami sudah mendatangi ke rumah duka, kami sudah melaksanakan interogasi awal kepada orang tua ataupun orang-orang terdekat dengan korban,” ujarnya.
Autopsi Ungkap Penyebab Kematian
Jenazah MHA menjalani autopsi di RSUD dr. Ashari Pemalang, Kamis pagi. Pemeriksaan forensik dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban secara medis.
Wildan menegaskan, polisi belum dapat menyimpulkan kondisi medis korban maupun hubungan dugaan kekerasan dengan kematiannya sebelum hasil pemeriksaan forensik keluar.
“Kami akan dalami dengan pihak tim forensik Biddokkes Polda Jateng,” katanya.
Autopsi melibatkan tim forensik Biddokkes Polda Jawa Tengah sebagai bagian dari penyelidikan berbasis scientific crime investigation.
“Karena saat ini terkait dengan pelaksanaan autopsi kami dibantu oleh Biddokkes Polda Jateng secara scientific crime investigation,” ujar Wildan.
Polisi kini masih mendalami dugaan perundungan maupun kekerasan terhadap korban. Sementara penyebab kematian MHA masih menunggu hasil pemeriksaan autopsi.
Dengan demikian, dugaan perundungan dan penyebab kematian korban masih menjadi dua hal yang terpisah dan sama-sama dalam proses penyelidikan serta pemeriksaan medis.
Editor: Aryanto