Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sijago Merah Lahap Rumah Warga Kendaldoyong, Diduga Dipicu Korsleting Kipas Angin
Advertisement . Scroll to see content

Longsor Terjang Watukumpul Pemalang, Dapur Rumah Warga Ambruk dan Jalan Lingkungan Tertutup

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:55 WIB
  • author Aryanto
Longsor Terjang Watukumpul Pemalang, Dapur Rumah Warga Ambruk dan Jalan Lingkungan Tertutup
Tanah longsor menerjang rumah warga dan menutup akses jalan di Kecamatan Watukumpul Pemalang, Sabtu (3/10/2026). Foto: Ilustrasi/Istimewa

PEMALANG, iNewsPemalang.id – Tanah longsor terjadi di RT 01 RW 03, Desa Watukumpul, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Bencana tersebut berdampak pada dua rumah warga dan menutup akses jalan lingkungan.

Berdasarkan laporan awal Camat Watukumpul yang diterima pada pukul 19.00 WIB, tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

Longsoran menyebabkan bagian dapur rumah warga, Karno, mengalami kerusakan hingga ambruk. Sementara rumah milik Wagiyo juga terdampak material longsor. Pada bagian benteng atau tembok rumah masih ditemukan retakan sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tingkat keamanannya.

Selain berdampak terhadap rumah warga, material longsor menutup jalan lingkungan RT 01 RW 03. Kondisi tersebut mengganggu akses dan aktivitas warga di sekitar lokasi.

Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) telah melakukan peninjauan awal dan pemantauan terhadap lokasi terdampak. Penanganan lanjutan diperlukan, terutama untuk membersihkan material longsoran yang menutup jalan serta area rumah warga.

Pemerintah Kecamatan Watukumpul juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan dengan terus memantau kondisi tanah dan retakan pada bangunan yang terdampak.

Camat Watukumpul Arief Rachman Hakim (Arra) mengimbau seluruh kepala desa meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat memasuki musim penghujan.

"Memasuki musim hujan, kami mengimbau seluruh kepala desa mengaktifkan simpul-simpul kesiapsiagaan masyarakat melalui Destana (Desa Tangguh Bencana) yang sudah terbentuk di tiap desa," ujar Arief.

Menurutnya, kesiapsiagaan di tingkat desa penting untuk mempercepat respons apabila terjadi bencana, terutama di wilayah yang memiliki potensi longsor.

Hingga laporan awal disampaikan, situasi di lokasi masih aman dan kondusif. Pemantauan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi maupun potensi longsor susulan.

Editor: Aryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut