H-1 Pilkades Serentak, Polres Pemalang Kerahkan Personel Pengamanan TPS
PEMALANG, iNewsPemalang.id – Polres Pemalang menggelar apel pergeseran pasukan pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di halaman Gedung Serbaguna Pemalang, Minggu (8/11/2026).
Apel dipimpin Kapolres Pemalang AKBP Anggaito Hadi Prabowo sebagai bentuk kesiapan pengamanan pemungutan suara yang berlangsung Senin (9/11/2026).
Dalam arahannya, Kapolres menyebut Pemalang menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Jawa Tengah yang menggelar Pilkades serentak. Sebanyak 174 desa di 14 kecamatan akan melaksanakan pemilihan dengan tingkat kerawanan keamanan yang berbeda-beda.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan, Polres Pemalang mendapat dukungan personel dari satuan Samapta, Brimob, dan pasukan kewilayahan guna memperkuat pengamanan di TPS.
Kapolres meminta seluruh personel menjalankan tugas sesuai surat perintah dan pembagian penempatan (plotting). Ia juga menekankan pentingnya disiplin terhadap garis komando serta jalur koordinasi agar setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dapat ditangani dengan cepat.
Selain kesiapan operasional, Kapolres menegaskan seluruh personel wajib menjaga netralitas selama pelaksanaan Pilkades. Anggota dilarang melakukan tindakan, mengucapkan pernyataan, atau menunjukkan perilaku yang dapat ditafsirkan sebagai keberpihakan kepada salah satu calon.
"Netralitas adalah harga mati. Jangan sampai ada perilaku kita yang ditafsirkan berpihak," tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan sejumlah potensi kerawanan, mulai dari perselisihan antarpendukung calon, intimidasi terhadap pemilih, gangguan di sekitar TPS, penyebaran berita bohong, provokasi, hingga mobilisasi massa.
Menurutnya, tahapan penghitungan dan rekapitulasi suara menjadi salah satu titik paling rawan karena masing-masing calon dan pendukung menunggu hasil perolehan suara.
Karena itu, personel diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan mengarahkan setiap keberatan terhadap proses maupun hasil pemilihan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Polisi tidak boleh memberi ruang bagi tindakan anarkis, intimidasi, maupun pelanggaran hukum.
Kapolres meminta seluruh anggota menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Setiap potensi gangguan harus diantisipasi tanpa menganggap remeh situasi di lapangan.
Ia menegaskan keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan oleh situasi yang kondusif, tetapi juga oleh terjaminnya hak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara aman dan nyaman.
Kapolres juga mengajak seluruh personel menjadikan tugas pengamanan sebagai bentuk pengabdian dan ibadah. Ia memastikan akan turun langsung bersama anggota untuk mengawal pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Pemalang.
Apel pergeseran pasukan tersebut diikuti Wakapolres Pemalang, para pejabat utama Polres Pemalang, komandan peleton dari satuan Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob dan Samapta, serta personel dari jajaran Polres Pemalang.
Editor: Aryanto