Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, yang turut memberikan keterangan di lokasi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian. Ia menyebutkan bahwa medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR selama operasi berlangsung.
“Upaya pencarian dilakukan dengan maksimal meskipun kondisi alam cukup sulit. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan relawan yang telah bekerja tanpa kenal lelah,” kata Sutrisno.
Setelah ditemukan, tim SAR segera melakukan prosedur evakuasi sesuai standar operasi yang berlaku, sebelum korban dibawa turun untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Evakuasi berlangsung dramatis lantaran medan yang curam dan cuaca yang ekstrem dengan lokasi dipenuhi kabut tebal.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian pendaki yang hilang di Gunung Slamet resmi dinyatakan selesai. Tim SAR gabungan kemudian melakukan konsolidasi dan evaluasi akhir sebelum ditarik dari lokasi.
Diberitakan sebelumnya, Syafiq mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu malam, 27 Desember 2025, melalui Basecamp Dipajaya, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Keduanya berencana melakukan pendakian tektok tanpa bermalam dan turun keesokan harinya.
Namun di tengah perjalanan, Himawan mengalami cedera kaki di sekitar Pos 5. Syafiq kemudian turun sendirian untuk mencari pertolongan. Sejak saat itu, ia dinyatakan hilang pada Senin, 29 Desember 2025. Himawan berhasil ditemukan lebih dulu dalam kondisi selamat pada Selasa, 30 Desember 2025.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
