PEMALANG, iNewsPemalang.id– Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pemalang sejak Jumat hingga Sabtu (17/1/2026) menyebabkan Sungai Comal meluap dan merendam sejumlah permukiman warga di wilayah hilir.
Kenaikan debit Sungai Comal mulai terpantau sejak Jumat malam (16/1/2026) di Bendung Nambo, Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, serta Bendung Sokawati, Pemalang. Luapan air kemudian mengalir ke hilir dan memicu banjir di beberapa kawasan.
Di wilayah terdampak, ketinggian air di permukiman warga bervariasi hingga mencapai 50 sentimeter. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Ulujami, khususnya di Desa Pesantren. Di Dusun Sidomulyo, ketinggian air dilaporkan mencapai hampir setinggi pinggang orang dewasa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengatakan banjir dipicu oleh hujan yang turun secara terus-menerus sehingga meningkatkan debit air di sejumlah bendung.
“Hujan yang terjadi secara berkelanjutan menyebabkan debit air di Bendung Nambo dan Bendung Sokawati meningkat. Air mengalir ke hilir dan mengakibatkan banjir di sekitar aliran Sungai Comal,” ujar Agus, Sabtu (17/1/2026).
Menanggapi bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu penanganan dan evakuasi warga terdampak. Pemkab Pemalang juga mendirikan dapur umum di Balai Desa Kendalrejo untuk melayani warga terdampak banjir di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami. Sekitar 3.000 jiwa tercatat terdampak.
“Kami mendirikan dapur umum karena dampak banjir cukup besar, terutama di Kecamatan Ulujami dan Desa Pesantren,” kata Mu’minun, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Mu’minun, dapur umum akan segera menyalurkan makanan kepada warga terdampak dengan melibatkan Tim Relawan Gabungan (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), dan BPBD.
“Tagana sudah hadir, didukung PMI dan BPBD,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kecamatan Ulujami menjadi wilayah dengan dampak banjir paling parah. Balai Desa Kendalrejo dipilih sebagai lokasi dapur umum karena dinilai aman dan strategis untuk distribusi bantuan.
“Lokasi ini paling aman dan memudahkan pendistribusian makanan kepada warga,” tambahnya.
Selain bantuan dari Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Pemalang terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
