PEMALANG, iNewsPemalang.id – Kondisi jembatan di Desa Pabuaran, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, kian memprihatinkan. Jembatan yang menjadi akses utama warga sekaligus penghubung ke Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh, itu mengalami kerusakan serius dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Situasi diperparah oleh hujan lebat dalam sepekan terakhir yang menyebabkan Sungai Comal meluap dan merendam area pertanian warga, Senin (19/1/2026).
Penampakan jembatan Desa Pabuaran Kecamatan Bantarbolang Pemalang sudah setahun anjlok akibat banjir sungai Comal, Senin (19/1/2026). Foto: Istimewa
Kerusakan jembatan semakin parah seiring banjir luapan Sungai Comal yang juga mengikis jalan kabupaten menuju jembatan. Meski kondisinya rusak, jembatan tersebut tetap dilintasi warga setiap hari karena tidak tersedia akses alternatif. Selain jembatan, sejumlah ruas jalan di Desa Pabuaran juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Sebelumnya, kondisi infrastruktur di Desa Pabuaran telah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pemalang saat kegiatan bakti sosial Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pemalang, berupa skrining kehamilan dan pemeriksaan kesehatan gratis, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Noor Faizah Maenofie menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Pemalang. Ia menyampaikan komitmen Bupati Pemalang untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur, baik melalui anggaran 2025 maupun direncanakan kembali pada anggaran 2026 dan seterusnya.
“Semua jalan di Kabupaten Pemalang harus halus dan mulus, terlebih ini merupakan jalur vital perekonomian,” ujarnya.
Sementara itu, warga Desa Pabuaran, Abdul Kodri, berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan yang telah rusak lebih dari satu tahun tersebut. Ia juga meminta agar wilayahnya tidak lagi terabaikan.
“Kami berharap jembatan dan jalan yang rusak segera diperbaiki karena ini akses utama warga. Jalan ini tembus ke Jati Royom. Jika kondisinya baik, Pabuaran bisa menjadi jalur alternatif dan perekonomian warga akan meningkat,” katanya.
Jembatan Glagar Besi di Desa Pabuaran dilaporkan mengalami penurunan struktur (anjlok) sejak lebih dari satu tahun lalu, menyebabkan permukaan jembatan bergelombang. Warga menduga kerusakan dipicu oleh tingginya debit air dan derasnya arus Sungai Comal.
Jembatan sepanjang sekitar 72 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut tampak bergelombang di bagian tengah akibat turunnya pilar. Sejumlah pilar juga dipenuhi sampah berupa ranting pohon yang tersangkut. Meski demikian, warga masih melintasinya dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Berdasarkan prasasti di lokasi, jembatan ini dibangun pada 2014 melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Integrasi. Proyek tersebut menelan dana integrasi sebesar Rp492,5 juta serta dana swadaya masyarakat Rp335,268 juta, dilaksanakan secara swakelola dengan dukungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Kabupaten Pemalang, serta diresmikan oleh Bupati Pemalang saat itu, Junaedi.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
