PEMALANG, iNewsPemalang.id – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 diselimuti duka. Saat seremoni berlangsung meriah, banjir bandang justru menghantam sejumlah wilayah Pemalang selatan, merusak permukiman warga di lereng Gunung Slamet.
Banjir bandang tersebut melanda dua kecamatan dengan dampak paling parah, yakni Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga.
Selain menghancurkan rumah warga dan infrastruktur jalan, bencana ini menelan korban jiwa. Satu orang dilaporkan tewas terseret arus, sementara kabar terbaru menyebutkan seorang balita turut menjadi korban meninggal dunia.
Pantauan iNews Pemalang, Sabtu (24/1/2026), kerusakan terparah terjadi di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima, Kecamatan Moga. Di Kecamatan Pulosari, banjir bandang menerjang tiga desa—Penakir, Nyalembeng, dan Gunungsari. Dari data sementara, Desa Penakir menjadi wilayah paling terdampak dengan sedikitnya delapan rumah warga hancur tersapu arus.
Sementara itu, di Kecamatan Moga, banjir bandang melanda Desa Sima, Pepedan, dan Gendoang. Dusun Gintung, Desa Sima, menjadi titik kerusakan terparah. Puluhan rumah rusak berat akibat terjangan banjir yang membawa material lumpur dan gelondongan kayu berukuran besar.
Akses jalan lumpuh setelah tertimbun lumpur, batang pohon, serta material lain yang terbawa arus deras.
Di Desa Pepedan, meluapnya Sungai Comal menyebabkan jembatan dan jalan desa terendam. Material lumpur dan pasir menutup badan jalan sepanjang sekitar satu kilometer dengan ketebalan mencapai 30 sentimeter, mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.
Ironisnya, bencana ini terjadi tepat pada malam wungon Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451, Jumat (23/1/2026) malam, saat rangkaian acara peringatan tengah berlangsung.
Banjir bandang dipicu oleh meluapnya sungai-sungai di kawasan pegunungan Pemalang selatan setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat hampir tanpa jeda selama kurang lebih 24 jam, sejak pagi hingga malam hari.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
