Kaur Perencanaan Desa Kaligelang, Dea Yulianto, menegaskan bahwa dirinya telah berada di kantor sejak pukul 08.07 WIB. Ia juga menunjukan bukti foto dirinya yang saat itu berada di kantor desa lengkap dengan tanggal dan jamnya.
Kaur Perencanaan Desa Kaligelang, Dea Yulianto, menunjukan foto yang dikirim ke istrinya via WhatsApp mengabarkan dirinya telah berada di kantor sejak pukul 08.07 WIB. Foto: Istimewa
"Ini saya ada bukti foto yang saya kirimkan ke istri lewat WhatsApp, itu kan ada tanggal dan jamnya," ujar Dea.
“Saat yang bersangkutan datang dan merekam video, saya sudah ada di kantor, di ruangan saya, tapi memang ruangan kerja ditutup karena pakai AC,” tambahnya.
Dea mengaku mendengar Sri Suharyati bertanya kepada petugas kebersihan yang sedang menyapu, lalu ia keluar ruangan. Namun ketika melihat dirinya, Sri Suharyati yang sedang merekam video justru menghentikan rekaman secara spontan.
“Di bagian akhir video sebenarnya terlihat baju saya tersorot, tapi tidak utuh karena rekaman dimatikan dengan tergesa-gesa,” jelasnya.
Penampakan sebagian badan perangkat desa Dea Yulianto dalam akhir video. Foto: Tangkapan layar
"Jadi tidak benar itu kalau dibilang tidak ada perangkat desa di kantor, kenapa saat dia merekam begitu lihat saya menghampiri dia kok langsung dimatikan, maksudnya apa itu, kok yang bersangkutan seperti itu tindakannya," ujar Dea dengan keheranan.
Dea menilai tindakan tersebut menunjukkan kecenderungan tidak objektif dan berpotensi menyesatkan publik, karena seolah-olah balai desa benar-benar kosong tanpa ada perangkat.
Ia juga membantah klaim waktu yang disampaikan dalam video tersebut.
“Bukan pukul setengah sembilan seperti yang disampaikan, tetapi sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu saya sudah di kantor dan sempat bertemu langsung dengan yang bersangkutan,” tegasnya.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
