Pemudik Bawa Anak Istri Tersesat di Hutan Pemalang, Dievakuasi Polisi Usai Hubungi 110

Aryanto
Personel polisi Polres Pemalang mengevakuasi pemudik yang tersesat di hutan kawasan Desa Parunggalih, Minggu (22/3/2026). Foto: Ist

PEMALANG, iNewsPemalang.id — Seorang pemudik, Arif Irawan (37), bersama istri dan anaknya sempat tersesat di hutan sekitar Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, saat melakukan perjalanan mudik lebaran, Minggu (22/3/2026) malam. Beruntung, ketiganya berhasil dievakuasi petugas kepolisian setelah menghubungi layanan darurat 110.


Personel Polres Pemalang bersama warga berhasil mengevakuasi pemudik yang tersesat di hutan Desa Parunggalih, Minggu (22/3/2026). Foto: Ist

Arif diketahui tengah dalam perjalanan dari Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, menuju Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, untuk bersilaturahmi ke rumah mertuanya.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana melalui Kapolsek Bodeh Iptu Santosa mengatakan, pihaknya segera merespons laporan yang masuk melalui call center 110.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi saudara Arif bersama istri dan anaknya,” ujar Santosa.

Setelah ditemukan, Arif dan keluarganya dibawa ke rumah perangkat desa setempat di Desa Parunggalih untuk beristirahat. Sementara itu, petugas bersama warga berupaya mengevakuasi sepeda motor milik Arif yang masih tertinggal di kawasan hutan.

Proses evakuasi kendaraan berlangsung cukup sulit. Kondisi jalan yang berlumpur akibat hujan serta kontur tanah di kawasan hutan dan perbukitan membuat petugas harus bergotong royong bersama warga.

“Alhamdulillah, sepeda motor berhasil kami keluarkan dari kawasan hutan,” kata Santosa.

Usai evakuasi, polisi kemudian mengantarkan Arif dan keluarganya hingga tiba di rumah tujuan mereka di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan dalam keadaan selamat.

Arif mengaku awalnya telah mengetahui jalur utama dari Pemalang menuju Pekalongan melalui Kecamatan Bantarbolang dan Bodeh. Namun, ia memutuskan mengambil jalur alternatif setelah melihat aplikasi peta yang menawarkan rute lebih singkat sekitar empat kilometer.

“Sesampainya di Desa Pabuaran, kami sempat beristirahat dan menunaikan salat magrib sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.

Perjalanan kemudian berlanjut melewati kawasan hutan dan perbukitan dari Desa Parunggalih menuju Desa Jatiroyom. Namun, kondisi medan yang sulit membuat Arif memutuskan untuk berbalik arah.

“Ketika hendak putar balik, hujan turun dan jalan menjadi berlumpur. Sepeda motor kami pun selip,” ujarnya.

Editor : Aryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network