Calon kepala desa umumnya bukan sosok yang asing bagi masyarakat. Warga mengenal mereka dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sikap, komunikasi, kepedulian, hingga respons ketika masyarakat menghadapi persoalan.
Karena itu, kemeriahan dukungan yang berlangsung sesaat belum tentu mampu mengalahkan hubungan sosial yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Bagi calon petahana maupun pendatang baru, rekam jejak juga menjadi modal penting. Masyarakat memiliki pengalaman dan penilaian sendiri terhadap calon, termasuk bagaimana menjalankan tanggung jawab, berkomunikasi dengan warga, serta menyikapi persoalan di desa.
Pada akhirnya, hiruk-pikuk arak-arakan mungkin hanya menjadi bagian dari warna demokrasi. Ketika hari pemungutan suara tiba, suara-suara yang selama ini diam justru dapat menjadi penentu siapa yang mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
