Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Kriminolog : Diduga Penganut Sekte Apokaliptikal
Advertisement . Scroll to see content

Cacar Monyet Mudah Menular, Apakah Dapat Menyebabkan Kematian? Berikut Penjelasan dari WHO

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:15 WIB
  • author Rizka Auliarahma
Cacar Monyet Mudah Menular, Apakah Dapat Menyebabkan Kematian? Berikut Penjelasan dari WHO
Disebut mudah menular, apakah cacar monyet dapat menyebabkan kematian? berikut penjelasan dari WHO. Foto: freepik.com

PEMALANG, iNews.id - Penyakit cacar monyet atau monkeypox belakangan ini menjadi perbincangan bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut karena Kemenkes (Kementerian Kesehatan) mengeluarkan himbauan untuk waspada terhadap penyakit ini.

“Kita diimbau untuk tetap tenang dan tetap waspada karena ini juga sangat menular dan membuat tidak nyaman bagi kita semua,'' ucap Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH.

Pernyataan bahwa cacar monyet mudah menular membuat publik sempat heboh. Banyak orang yang menjadi bertanya – tanya apakah penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian.  Berikut merupakan penjelasan dari WHO terkait hal itu.

Dilansir dari WHO, kebanyakan kasus cacar monyet dapat hilang sendiri dalam beberapa minggu. Hal itu juga disampaikan oleh dr. Syahril bahwa penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. ''Cacar monyet ini bisa sembuh sendiri setelah 2-4 minggu pasca masa inkubasinya selesai. Penyakit ini akan sembuh sendiri tidak terlalu berat,'' ucap dr. Syahril

Namun, WHO menyatakan bahwa pada beberapa kasus, penyakit cacar monyet dapat menyebabkan komplikasi dan bahkan kematian. Sekitar 3-6% dari kasus yang dilaporkan telah menyebabkan kematian di negara-negara endemik.

Sementara kasus komplikasi dari cacar monyet yang parah antara lain infeksi kulit, pneumonia, dan infeksi mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

Menurut WHO, komplikasi atau kematian akibat cacar monyet terjadi pada beberapa individu, yaitu bayi baru lahir, anak-anak, dan orang-orang dengan defisiensi imun atau orang yang kekebalan tubuhnya rendah. 

Editor: Abdul

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut