Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sijago Merah Lahap Rumah Warga Kendaldoyong, Diduga Dipicu Korsleting Kipas Angin
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Tari Sintren dan Kisahnya, Seni Budaya Warisan Leluhur di Pemalang yang Hampir Punah

Rabu, 07 Desember 2022 | 18:20 WIB
  • author Santiaji Pangestu
Mengenal Tari Sintren dan Kisahnya, Seni Budaya Warisan Leluhur di Pemalang yang Hampir Punah
Pertunjukan tari sintren di pantai Joko Tingkir, Petarukan, Pemalang. Foto: iNews ID/ Santiaji Pangestu

Menurut informasi, konon syarat menjadi penari sintren harus wanita yang masih benar-benar dalam keadaan suci alias masih perawan.

Saat menari biasanya sintren didampingi oleh seorang wanita yang lebih tua, yang disebutnya sebagai pawang sintren.

Ketua paguyuban seni sintren Sekar Melati dari Desa Asemdoyong, Warid (66) mengatakan, bahwa penari sintren harus asli perawan atau belum pernah disentuh laki-laki. 

"Untuk menjadi penari sintren, harus asli perawan belum pernah disentuh laki-laki, dan ritualnya juga ditempuh semenjak masih kecil," kata Warid di lokasi usai pertunjukan.

Sementara, menurut Warid, tugas pawang wanita itu untuk menjaga sewaktu-waktu sintren pingsan, karena bersentuhan dengan tangan laki-laki atau mendapat lemparan uang dari para penonton.

Sebelum acara dimulai, diawali dengan penari sintren masuk kedalam kurungan dengan tubuh terikat, kemudian dibacakan mantra yang dibarengi membakar dupa.

Editor: Aryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut