Pencarian Hari Kelima, Keberadaan Syafik Pendaki Gunung Slamet Belum Ditemukan
PEMALANG, iNewsPemalang.id – Pencarian terhadap Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang, Jawa Tengah, yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, memasuki hari kelima pada Jumat (2/1/2026). Hingga kini, keberadaan Syafiq belum diketahui, sementara tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian.
Kondisi hutan yang lebat di tengah cuaca buruk dan medan gunung yang ekstrem menyulitkan tim SAR dalam pencarian Syafiq. Keduanya memulai pendakian melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Syafiq mendaki bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, dengan sistem pendakian cepat (tektok) atau tidak bermalam. Keduanya tercatat melakukan registrasi di Basecamp Dipajaya pada Sabtu (27/12/2025) pukul 23.00 WIB, dengan rencana turun pada Minggu (28/12/2025) sore.
Namun hingga pukul 21.00 WIB pada hari yang sama, keduanya belum kembali ke basecamp. Pihak pengelola kemudian memberangkatkan dua personel untuk melakukan pengecekan di jalur pendakian.
Pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB, tim basecamp menemukan Himawan di sekitar Pos 9 dalam kondisi lemas dan mengalami cedera kaki. Korban kemudian dievakuasi dan tiba di basecamp sekitar pukul 17.50 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan Himawan kepada tim SAR, keduanya terpisah di sekitar Pos 9. Syafiq memutuskan turun lebih dahulu untuk mencari bantuan karena Himawan tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat cedera.
Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Andri Adi, mengatakan pencarian terhadap Syafiq masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan meski dihadapkan pada cuaca buruk.
“Meski cuaca tidak bersahabat, apel dan penerjunan personel pencarian tetap dilaksanakan,” ujar Andri, Kamis (1/1/2026).
Hal senada disampaikan perwakilan Tim SAR Dipajaya, Slamet Riyadi. Ia menyebut hujan lebat, angin kencang, dan badai menjadi kendala utama di lapangan.
“Kami sudah beberapa kali melakukan penyisiran, namun selalu terkendala cuaca. Hingga saat ini hasil pencarian masih nihil,” katanya.
Tim SAR Perluas Area Pencarian
Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Andri Adi, mengatakan jumlah personel SAR dan relawan terus ditambah seiring dengan diperluasnya area pencarian.
“Personel mungkin sudah lebih dari 70 orang. Ada tim dari Magelang, dan ada juga tim yang diberangkatkan melalui Jalur Bambangan, Purbalingga, karena dimungkinkan posisi korban bergeser ke wilayah tersebut,” ujar Andri, Jumat (2/1/2026).
Andri mengungkapkan kekhawatiran terkait kondisi logistik yang dibawa Syafiq. Menurut perkiraan, korban hanya membawa bekal untuk pendakian singkat.
“Perkiraannya survivor membawa bekal hanya cukup untuk dua hari. Jadi kemungkinan saat ini sudah kehabisan bekal,” katanya.
Hingga hari kelima pencarian, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan Syafiq. Upaya pelacakan telah dilakukan dengan berbagai metode, namun hasilnya masih nihil.
Andri juga mengkhawatirkan kondisi Syafiq, terlebih dalam cuaca ekstrem seperti sekarang. Menurutnya, sampai sekarang belum ada tanda-tanda, baik suara maupun visual.
"Sudah dilakukan pelacakan menggunakan cahaya dan pemanggilan suara, namun belum membuahkan hasil,” jelas Andri.
Cuaca Buruk dan Medan Ekstrem Hambat Pencarian
Proses pencarian menghadapi kendala besar akibat kondisi alam Gunung Slamet. Andri menjelaskan bahwa gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut memiliki karakter medan yang berat.
“Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dan tertinggi kedua di Pulau Jawa. Kondisi hutannya masih sangat lebat, semak-semak rapat, medan terjal dengan banyak tanjakan, ditambah cuaca yang sedang kurang bersahabat,” ujarnya.
Kombinasi hutan lebat, jalur ekstrem, serta cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi tim SAR gabungan dalam upaya menemukan Syafiq Ridhan Ali Razan, yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Editor : Aryanto