get app
inews
Aa Text
Read Next : Dana Desa dan BUMDes Diduga Tidak Transparan, Warga Desa Sokawati Pemalang Gelar Aksi Unjuk Rasa

Cuaca Buruk, Proses Evakuasi Jenazah Syafiq Ridhan Ali Pendaki Gunung Slamet Tertunda

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:40 WIB
header img
Keterangan foto dari kiri ke kanan: Himawan Haidar Bahran (rekan korban), Sutrisno (Kades Clekatakan), Dhani Rusman (Ayah korban), Reval (Indigo). Foto: Istimewa

PEMALANG, iNewsPemalang.id – Proses evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali (18), pendaki yang ditemukan meninggal dunia di Pos 7 lereng Gunung Slamet, tepatnya di kawasan Batu Langgar, tertunda akibat cuaca buruk yang melanda area tersebut.

Penanggung jawab Basecamp Dipajaya sekaligus Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, mengatakan evakuasi belum dapat dilakukan karena hujan disertai badai masih terjadi di lereng Gunung Slamet. Evakuasi rencananya akan dilanjutkan pada esok hari. Saat ini, jenazah korban telah dikemas dan disiapkan oleh tim SAR untuk dibawa turun.

“Evakuasi tidak memungkinkan dilakukan hari ini karena cuaca ekstrem. Hujan badai masih berlangsung, sehingga demi keselamatan tim, proses evakuasi dilanjutkan besok pagi,” kata Sutrisno.

Syafiq Ridhan Ali ditemukan pada hari ke-17 pencarian di Pos 7 Gunung Slamet dalam kondisi meninggal dunia. Sutrisno menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh tim SAR dan relawan, korban berhasil ditemukan,” ujarnya.

Berdasarkan analisis awal tim medis melalui dokumentasi visual, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tujuh hari sebelum ditemukan. Namun, kepastian penyebab dan waktu kematian baru dapat dipastikan setelah pemeriksaan langsung saat jenazah berhasil dievakuasi ke bawah.

“Perkiraan ini masih bersifat sementara. Pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan setelah jenazah tiba di bawah,” tambah Sutrisno.

Ia menjelaskan, proses evakuasi diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam, bahkan dengan personel yang telah berpengalaman. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah akan dibawa ke Basecamp Dipajaya sebelum dipulangkan ke rumah duka.

Sutrisno juga menyebutkan bahwa ayah dan keluarga korban telah berada di rumahnya sejak beberapa hari terakhir dan turut mengikuti perkembangan proses pencarian.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menyampaikan bahwa kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam evakuasi, terlebih karena posisi korban berada di Pos 7, yang merupakan titik tertinggi jalur pendakian Dipajaya.

“Korban ditemukan di Pos 7 atau pos paling tinggi, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra,” ujar Agus.

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut