Cuaca Buruk, Proses Evakuasi Jenazah Syafiq Ridhan Ali Pendaki Gunung Slamet Tertunda
PEMALANG, iNewsPemalang.id – Proses evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali (18), pendaki yang ditemukan meninggal dunia di Pos 7 lereng Gunung Slamet, tepatnya di kawasan Batu Langgar, tertunda akibat cuaca buruk yang melanda area tersebut.
Penanggung jawab Basecamp Dipajaya sekaligus Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, mengatakan evakuasi belum dapat dilakukan karena hujan disertai badai masih terjadi di lereng Gunung Slamet. Evakuasi rencananya akan dilanjutkan pada esok hari. Saat ini, jenazah korban telah dikemas dan disiapkan oleh tim SAR untuk dibawa turun.
“Evakuasi tidak memungkinkan dilakukan hari ini karena cuaca ekstrem. Hujan badai masih berlangsung, sehingga demi keselamatan tim, proses evakuasi dilanjutkan besok pagi,” kata Sutrisno.
Syafiq Ridhan Ali ditemukan pada hari ke-17 pencarian di Pos 7 Gunung Slamet dalam kondisi meninggal dunia. Sutrisno menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh tim SAR dan relawan, korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Berdasarkan analisis awal tim medis melalui dokumentasi visual, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tujuh hari sebelum ditemukan. Namun, kepastian penyebab dan waktu kematian baru dapat dipastikan setelah pemeriksaan langsung saat jenazah berhasil dievakuasi ke bawah.
“Perkiraan ini masih bersifat sementara. Pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan setelah jenazah tiba di bawah,” tambah Sutrisno.
Ia menjelaskan, proses evakuasi diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam, bahkan dengan personel yang telah berpengalaman. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah akan dibawa ke Basecamp Dipajaya sebelum dipulangkan ke rumah duka.
Sutrisno juga menyebutkan bahwa ayah dan keluarga korban telah berada di rumahnya sejak beberapa hari terakhir dan turut mengikuti perkembangan proses pencarian.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menyampaikan bahwa kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam evakuasi, terlebih karena posisi korban berada di Pos 7, yang merupakan titik tertinggi jalur pendakian Dipajaya.
“Korban ditemukan di Pos 7 atau pos paling tinggi, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra,” ujar Agus.
BPBD Kabupaten Pemalang, lanjutnya, telah menyiapkan ambulans beserta perlengkapan pendukung dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk penanganan medis lanjutan.
Syafiq Ridhan Ali, warga Kramat Utara, Magelang Utara, dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Korban mendaki bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu malam, 27 Desember 2025. Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa bermalam. Namun, saat berada di sekitar Pos 5, Himawan mengalami cedera kaki. Syafiq kemudian turun seorang diri untuk mencari bantuan.
Sejak saat itu, Syafiq dinyatakan hilang pada Senin, 29 Desember 2025. Sementara Himawan berhasil ditemukan lebih dahulu dalam kondisi selamat pada Selasa, 30 Desember 2025.
Editor : Aryanto