get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Jembatan Desa Pabuaran Pemalang dan Jalan Kabupaten Semakin Memprihatinkan

Wisata Guci Tegal Luluh Lantak Diterjang Banjir Bandang, Pemandian Air Panas dan Jembatan Hancur

Minggu, 25 Januari 2026 | 15:04 WIB
header img
Penampakan kerusakan parah di objek wisata Guci hingga jembatan terputus akibat banjir bandang, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Istimewa).

TEGAL, iNewsPemalang.id – Kawasan objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang menerjang pada Jumat (23/1/2026) malam. Dampak bencana terlihat jelas di Pancuran 13 dan sejumlah jembatan utama hancur tersapu derasnya aliran air Sungai Gung.

Banjir bandang dipicu intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tegal selama beberapa hari terakhir. Luapan Sungai Gung mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB dan mencapai puncaknya pada dini hari, Sabtu (24/1/2026), ketika debit air tak lagi terbendung dan menghantam kawasan wisata di sepanjang aliran sungai.

Pantauan di lokasi, kerusakan terparah terjadi di Pancuran 13, kolam pemandian air panas tertimbun material longsor hingga tidak lagi terlihat. Ikon guci besar berwarna emas yang selama ini menjadi ciri khas kawasan tersebut hilang terseret banjir. Sejumlah fasilitas penunjang seperti loket masuk, kamar bilas, patung naga, hingga ornamen patung sinterklas juga lenyap tanpa sisa.

Kerusakan diperparah dengan hilangnya jembatan di sekitar Pancuran 13 yang selama puluhan tahun menjadi akses penghubung utama kawasan wisata. Jembatan tersebut tak mampu menahan terjangan arus banjir dan kini sama sekali tidak dapat dilalui.

Selain Pancuran 13, banjir bandang juga menghancurkan kolam pemandian Pancuran 5 serta kolam renang Barokah. Seluruh kawasan dipenuhi endapan pasir, bebatuan, dan lumpur, sehingga akses jalan menuju lokasi wisata nyaris terputus.

Menurut warga setempat, banjir mulai meluap sekitar pukul 01.00 WIB. Deru air yang membawa material besar terdengar hingga ke permukiman warga yang berjarak ratusan meter dari lokasi.

“Suara gemuruh air terdengar sampai ke rumah warga sekitar 250 meter dari sungai. Kerusakannya sangat parah, bukan hanya jembatan yang hilang, tapi juga banyak pohon tumbang dan terjadi longsor,” ujarnya.

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tegal, Ahmad Kholid, membenarkan bahwa banjir bandang kali ini menimbulkan dampak lebih besar dibanding bencana serupa yang terjadi pada akhir 2025. Tercatat tiga jembatan hilang akibat terjangan banjir.

“Jembatan Curug Jedor, jembatan Pancuran 13, dan jembatan Pancuran 5 hilang diterjang banjir bandang. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan,” kata Ahmad Kholid pada wartawan.

Untuk sementara, jembatan di Pancuran 13 dan Pancuran 5 ditutup total karena tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Sementara itu, jembatan di Curug Jedor akan segera ditangani dengan pemasangan jembatan bailey sebagai akses darurat.

Pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi dan berpotensi memicu bencana susulan.

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut