get app
inews
Aa Text
Read Next : Kepala Biro Humas Kementerian UMKM Tewas dalam Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang

2 Bencana Alam Terpa Pemalang Sekaligus, Banjir Bandang dan Longsor Telan Korban Jiwa

Minggu, 25 Januari 2026 | 23:24 WIB
header img
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana meninjau lokasi terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Pulosari Pemalang, Minggu (25/1/2026). (Foto: Istimewa).

PEMALANG, iNewsPemalang.id — Di tengah peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451, wilayah Pemalang selatan dilanda dua bencana alam sekaligus akibat cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang pada 23–24 Januari 2026 memicu banjir bandang, pohon tumbang, serta tanah longsor di sejumlah kecamatan.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Pemalang selatan menyebabkan banjir bandang dan pohon tumbang di Kecamatan Pulosari, Belik, Moga, Watukumpul, dan Warungpring, Sabtu (24/1/2026). Sejumlah akses jalan sempat tertutup akibat pohon tumbang, sementara banjir merusak rumah warga dan infrastruktur.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan, pohon tumbang terjadi di antaranya di Jalan Raya Belik–Purbalingga, Desa Bongas, serta Desa Cibuyur, Kecamatan Watukumpul. Petugas gabungan dari Polsek, BPBD, dan instansi terkait telah mengevakuasi seluruh pohon tumbang sehingga akses jalan kembali normal.

Sementara itu, luapan Sungai Kali Soso dan Kali Penakir di Kecamatan Pulosari menyebabkan kerusakan jembatan dan puluhan rumah warga. Banjir bandang tersebut juga menelan satu korban jiwa. Korban berinisial T, warga Dukuh Wanasari, Desa Penakir, dilaporkan terseret arus Sungai Kali Penakir dan ditemukan meninggal dunia di wilayah Kecamatan Moga.

Sebanyak 92 warga Desa Penakir dievakuasi ke Kantor Kecamatan Pulosari. Aparat kepolisian bersama instansi terkait mendirikan posko darurat serta melakukan pembersihan material banjir. Meski kondisi cuaca mulai membaik, warga di bantaran sungai tetap diimbau waspada.

Sehari berselang, bencana tanah longsor terjadi di Dukuh Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Minggu pagi (25/1/2026). Longsor berasal dari lereng perbukitan di atas area persawahan dan menimbun lahan garapan warga yang sedang diolah.

Dua petani setempat, Hamim (50) dan Aksinudin (40), tertimbun material longsoran dan hingga berita ini diturunkan masih dalam proses pencarian. Longsor diduga dipicu kondisi tanah yang labil akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Babinsa Desa Bongas bersama warga melakukan pencarian secara manual menggunakan peralatan seadanya. Proses evakuasi terkendala akses menuju lokasi yang hanya berupa jalan setapak sehingga belum memungkinkan penggunaan alat berat.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, khususnya longsor dan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Pemalang dan sekitarnya.

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut