get app
inews
Aa Text
Read Next : Kepala Biro Humas Kementerian UMKM Tewas dalam Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang

2 Korban Tanah Longsor Watukumpul Pemalang Ditemukan, Ayah dan Anak

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:46 WIB
header img
Tim SAR mengevakuasi korban tanah longsor di Desa Bongas Kecamatan Watukumpul Pemalang, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa).

PEMALANG, iNewsPemalang.id — Bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan hutan milik Perhutani, Dusun Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul pada Minggu (25/1/2026), menyisakan duka mendalam. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga setempat yang merupakan ayah dan anak tewas tertimbun longsoran tanah.

Camat Watukumpul, Arief Rachman Hakim, membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan identitas kedua korban, yakni Hamim (60) dan Aksinudin (40). 

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian kedua korban. Sehari kemudian, tepatnya Senin (26/1/2026) pagi, korban bernama Aksinudin, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Meski satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum dihentikan. Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menemukan satu korban lainnya, yakni Hamim, ayah Aksinudin, yang juga dilaporkan tertimbun material longsor pada kejadian pertama.

Kondisi medan yang buruk akibat cuaca masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi, membuat pencarian korban kedua mengalami kesulitan. Polisi pun mengerahkan anjing pelacak untuk membantu memudahkan pencarian.

Kerja keras Tim SAR akhirnya berhasil, korban kedua, Hamim, ditemukan dalam kondisi mengenaskan tak bernyawa, pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 12.50 WIB. Penemuan ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasi pencarian yang menyita perhatian publik.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengungkapkan bahwa penemuan korban kedua ini menjadi penutup dari operasi SAR yang telah dilakukan secara intensif sejak bencana terjadi.

“Korban kedua ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tertimbun material longsor. Selanjutnya jasad korban segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke rumah duka,” ujarnya kepada awak media.

Operasi pencarian melibatkan kekuatan lintas instansi yang bekerja secara terpadu, mulai dari Polres Pemalang, Brimob, Unit K9, TNI, BPBD, Basarnas, relawan kebencanaan, hingga unsur pemerintah desa dan kecamatan setempat. Sinergi seluruh elemen ini menjadi kunci percepatan proses pencarian di tengah medan yang sulit dan cuaca yang kerap berubah.

Usai evakuasi korban kedua, tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran menyeluruh di seluruh area terdampak longsor untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban tambahan.

“Berdasarkan hasil penyisiran terakhir dan koordinasi seluruh unsur di lapangan, dipastikan tidak ada korban tambahan. Dengan demikian, operasi pencarian resmi kami hentikan dan ditutup hari ini,” jelas AKBP Rendy.

 

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut