Perjalanan Pulang dari Sawah Berakhir Duka, Bocah 10 Tahun di Pemalang Tewas Terseret Arus Sungai
PEMALANG, iNewsPemalang.id – Langkah kecil Akmal Ramadhani, bocah laki-laki berumur 10 tahun sore itu seharusnya berujung pada rumah dan pelukan keluarga. Namun perjalanan pulang dari sawah justru menjadi akhir kisah hidup bocah malang asal Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Akmal dilaporkan hanyut terseret derasnya Sungai Glagah pada Kamis (5/2/2026) sore, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia keesokan harinya di aliran Sungai Comal.
Peristiwa tragis itu terjadi saat Akmal berjalan pulang bersama sang ibu, Santi, menuju rumah mereka di Planjan RT 03/RW 12, Desa Mendelem. Sungai Glagah yang biasa mereka seberangi berubah menjadi ancaman, meluap dengan arus yang kencang akibat tingginya debit air.
“Korban menyeberang sungai bersama ibunya sepulang dari sawah. Saat berada di tengah sungai, arus mendadak semakin deras dan sulit dikendalikan,” ujar Handika, petugas Unit Siaga SAR (USS) Pemalang Basarnas Semarang.
Detik-detik menegangkan pun terjadi. Dalam kondisi panik, sang ibu berhasil mencapai tepi sungai dan menyelamatkan diri. Namun Akmal tak mampu bertahan. Tubuh kecilnya kalah oleh kekuatan arus, terseret air, lalu menghilang dari pandangan.
Dengan tubuh gemetar dan hati diliputi kepanikan, ibu korban meminta pertolongan warga sekitar. Laporan kejadian segera diteruskan ke perangkat desa, kepolisian, dan Basarnas. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, serta masyarakat setempat langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian sejak hari kejadian.
Hingga Kamis malam, sungai masih menyimpan sunyi. Upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Harapan yang tersisa akhirnya berubah menjadi kabar duka pada Jumat (6/2/2026) pagi. Sekitar pukul 07.56 WIB, warga menemukan jasad seorang anak di aliran Sungai Comal, wilayah Blok Simbang, Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang—sekitar 16 kilometer dari lokasi awal Akmal hanyut. Tubuh korban ditemukan tersangkut di antara dahan pohon dan bebatuan sungai.
Kapolsek Bantarbolang, Iptu Eko Purwanto, mengatakan ayah korban yang datang ke lokasi memastikan bahwa jasad tersebut adalah Akmal Ramadhani, bocah yang sejak sehari sebelumnya dicari dengan penuh harap.
“Hasil pemeriksaan medis oleh tim Puskesmas Bantarbolang yang dipimpin dr. H. Mustofa menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban akibat benturan keras selama terbawa arus sungai,” jelas Eko.
Usai dievakuasi, jenazah Akmal dibawa ke Puskesmas Bantarbolang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama kemudian, jasad bocah itu diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa pulang ke rumah duka, tempat tangis dan doa mengiringi kepergiannya.
“Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas Eko, menutup kisah pilu yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Editor : Aryanto