get app
inews
Aa Text
Read Next : Kepala Biro Humas Kementerian UMKM Tewas dalam Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang

Jalur Pantura Tegal - Pemalang Terendam Banjir, Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Senin, 16 Februari 2026 | 19:08 WIB
header img
Jalur Pantura Tegal - Pemalang tergenang banjir mengakibatkan arus lalu lintas sempat lumpuh, Senin (16/2/2026). Foto: Istimewa

PEMALANG, iNewsPemalang.idArus lalu lintas di jalur nasional Pantura yang menghubungkan Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal sempat mengalami kelumpuhan akibat banjir pada Senin (16/2/2026) pagi. Genangan muncul di sejumlah titik perbatasan dua wilayah tersebut setelah hujan deras mengguyur kawasan sejak dini hari.

Di wilayah Lawangrejo, Kabupaten Pemalang, luapan Sungai Pelawangan menyebabkan air setinggi sekitar 20 sentimeter menggenangi badan jalan. Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan, genangan mulai terlihat sejak dini hari dan sempat memicu antrean kendaraan meski masih dapat dilintasi.

Untuk mengurai kepadatan, Polres Pemalang mengerahkan Tim Siaga Bhayangkara bersama personel polsek setempat. Petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas dan patroli di sepanjang titik genangan sekitar 100 meter. Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang mogok langsung dievakuasi guna mencegah penumpukan.

Memasuki siang hari, air di wilayah Pemalang berangsur surut dan arus lalu lintas kembali normal dari kedua arah.

Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Banjir setinggi lutut orang dewasa merendam jalur utama Pantura sejak pukul 05.30 WIB dan mencapai puncak sekitar pukul 08.00 WIB.

Genangan sepanjang kurang lebih 300 meter menutup dua lajur jalan nasional, membentang dari Masjid Baitul Ashfiya Kedungkelor hingga mendekati perbatasan Kabupaten Pemalang, tepatnya sekitar Rumah Makan Luwes. Air berwarna kecokelatan membuat banyak sepeda motor dan mobil pribadi mogok saat mencoba melintas. Antrean kendaraan pun mengular hingga ratusan meter.

Ketua BPD Kedungkelor Arif Nurdin menyebut air naik dengan cepat dalam waktu singkat. Menurut dia, banjir dipicu kiriman air dari wilayah selatan serta luapan Sungai Rambut yang menjadi batas alami kedua kabupaten. Kondisi diperparah drainase jalan yang rusak dan tersumbat sampah.

Selain melumpuhkan jalur transportasi nasional, banjir juga merendam ratusan rumah warga di Desa Kedungkelor dengan ketinggian mencapai satu meter. Puluhan hektare sawah di Kecamatan Warureja turut terdampak dan terancam gagal panen.

Warga menyebut banjir serupa kerap terjadi setiap musim hujan. Mereka mendesak pemerintah pusat dan daerah segera melakukan normalisasi Sungai Rambut serta perbaikan sistem drainase secara menyeluruh guna mencegah kejadian berulang.

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut