get app
inews
Aa Text
Read Next : Mengenal Sosok Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei, Konon Masih Cucu Rasulullah SAW

Mojtaba, Putra Ali Khamenei Gantikan Sang Ayah Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Rabu, 04 Maret 2026 | 15:41 WIB
header img
Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi baru Iran, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Foto: Dok.net

TEHERAN, iNewsPemalang.id – Majelis Para Ahli Iran (Assembly of Experts) dilaporkan telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Informasi ini pertama kali diungkap oleh Iran International yang mengutip sumber anonim di dalam negeri, Rabu (4/3/2026). Hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas di Teheran.

Majelis Para Ahli merupakan lembaga konstitusional yang berwenang menunjuk, mengawasi, dan—secara teoritis—memberhentikan Pemimpin Tertinggi Iran. Lembaga ini terdiri dari para ulama yang dipilih melalui pemilihan umum, namun proses pencalonannya harus lebih dulu disetujui oleh Dewan Garda Konstitusi.

Menurut laporan Iran International, proses penunjukan Mojtaba Khamenei berlangsung di tengah tekanan kuat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), institusi militer elite yang memiliki pengaruh signifikan dalam politik dan keamanan Iran. IRGC selama ini dikenal sebagai salah satu pilar utama kekuasaan dalam struktur Republik Islam.

Mojtaba Khamenei, yang kini berusia 56 tahun, merupakan putra kedua Ali Khamenei. Ia diketahui pernah bertugas dalam angkatan bersenjata Iran selama Perang Iran–Irak (1980–1988). Meski jarang tampil di ruang publik dan tidak memegang jabatan resmi dalam struktur pemerintahan, sejumlah pengamat politik Iran menilai Mojtaba memiliki pengaruh kuat di balik layar, terutama dalam jaringan keamanan dan keagamaan.

Secara formal, posisi Pemimpin Tertinggi mensyaratkan kualifikasi keulamaan tinggi (marja atau setidaknya mujtahid dengan pengakuan luas). Sejauh ini, Mojtaba tidak dikenal memiliki status keagamaan setingkat marja terkemuka di Qom, yang dapat memicu perdebatan di kalangan ulama Syiah dan elite politik Iran.

Laporan mengenai kemungkinan suksesi yang melibatkan Mojtaba sebelumnya juga pernah beredar dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat kondisi kesehatan Ali Khamenei menjadi sorotan publik. Namun, tanpa pernyataan resmi dari pemerintah Iran atau Majelis Para Ahli, kabar penunjukan ini masih bergantung pada konfirmasi lebih lanjut.

Situasi ini berpotensi memicu dinamika politik internal di Iran, mengingat posisi Pemimpin Tertinggi memegang otoritas tertinggi dalam urusan negara, militer, dan kebijakan luar negeri Republik Islam tersebut.

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut