Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sijago Merah Lahap Rumah Warga Kendaldoyong, Diduga Dipicu Korsleting Kipas Angin
Advertisement . Scroll to see content

Ombudsman Jateng Soroti Insiden Siswa SD Tewas Tenggelam saat Ekstrakurikuler Renang di Pemalang

Selasa, 05 Mei 2026 | 13:38 WIB
  • author Aryanto
Ombudsman Jateng Soroti Insiden Siswa SD Tewas Tenggelam saat Ekstrakurikuler Renang di Pemalang
Siti Farida, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah. (Foto: Dok. Ombudsman).

PEMALANG, iNewsPemalang.id — Kasus tragis yang menimpa seorang murid Sekolah Dasar (SD) yang diduga tewas tenggelam saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler renang di kolam renangyang berlokasi di Desa Lodaya Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang pada Minggu pagi (3/5/2026), mendapat perhatian khusus dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah (Ombudsman Jateng).

Kepala Ombudsman Jateng, Siti Farida, menyampaikan keprihatinan serta turut berduka atas insiden tersebut. Pihaknya akan mengawal kasus ini dan akan segera berkordinasi dengan instansi terkait Kabupaten Pemalang.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, kami turut berdukacita atas adanya peristiwa tersebut," kata Siti Farida lewat pesan singkat WhatsApp pada iNews Pemalang, Senin (4/5/2026).

"Kami baru mengetahui berita ini atas kejadian yang menimpa murid kelas 1 SDIT Alam Bina Insani, Randudongkal, Kabupaten Pemalang," tambahnya.

Siti Farida menegaskan, Ombudsman Jateng akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk mengetahui sejauh mana fungsi pengawasan terhadap sekolah yang didirikan oleh masyarakat (Satuan Pendidikan Swasta) dan juga pihak-pihak terkait. 

"Pastinya setiap sekolah memiliki tanggung jawab atas jaminan keamanan dan keselamatan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan," kata Siti Farida.

"Kepada orangtua murid jangan sungkan dalam memberikan saran dan masukan kepada sekolah ataupun menyampaikan kepada Dinas Pendidikan terkait dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di sekolah," tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada orang tua murid yang menjadi korban atau mengalami kerugian akibat praktik menyimpang berkenan lapor ke dinas/inspektorat/bupati atau lapor ke Ombudsman Jawa Tengah melalui nomor pengaduan 0811-9983-737.

"Dalam hal khawatir mengalami imtimidasi, identitas Pelapor dapat dirahasiakan," kata Siti Farida.

"Kami akan mengoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Inspektorat Pemalang untuk atensi," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Insiden memiliukan yang menimpa siswi sekolah dasar berinisial SDW (7), warga Desa Kreo, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di kolam renang yang berada di Desa Lodaya, lokasi yang saat itu digunakan sebagai tempat pembelajaran renang bersama rombongan sekolah. Korban merupakan siswa kelas 1 SDIT Alam Bina Insani Randudongkal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan telah berlangsung sejak pagi hari. Korban datang bersama ibunya sekitar pukul 07.30 WIB untuk mengikuti latihan yang juga terafiliasi dengan klub renang Bintang Selatan. Sesi diawali dengan pemanasan dan pengenalan air, sebelum peserta memasuki tahap latihan dasar menggunakan papan pelampung di kolam dengan kedalaman sekitar 160 sentimeter, di bawah pengawasan pelatih.

Namun, rangkaian kegiatan berubah menjadi tragedi. Setelah menyelesaikan sesi awal, korban sempat menepi untuk beristirahat dan berada di dekat ibunya. Dalam kondisi yang masih belum sepenuhnya terungkap, korban diduga kembali ke area kolam tanpa pengawasan langsung.

Peristiwa ini terungkap secara tidak sengaja. Seorang pelatih yang tengah mendampingi peserta lain merasakan adanya benda di dasar kolam. Setelah diperiksa, tubuh korban ditemukan dalam kondisi tidak bergerak.

Upaya penyelamatan segera dilakukan di lokasi. Korban dievakuasi dan diberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP). Namun, tidak ada respons yang muncul. Korban kemudian dilarikan ke RS Mardhotillah Randudongkal untuk penanganan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban tiba dalam kondisi tidak sadar dan tidak bernapas. Ditemukan sejumlah tanda khas korban tenggelam, seperti wajah pucat, ujung jari membiru, serta keluarnya cairan berbusa dari hidung. Tidak ditemukan indikasi adanya kekerasan fisik pada tubuh korban.

Pengelola kolam renang, Surino, mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula kejadian. Ia menyebut situasi mendadak berubah panik setelah terdengar teriakan adanya anak tenggelam, yang langsung direspons oleh pengelola dan warga sekitar dengan upaya pertolongan.

Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian. Kapolsek Randudongkal, Iptu Sudaryo, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung guna memastikan kronologi lengkap serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap aktivitas air, khususnya yang melibatkan anak-anak, guna mencegah tragedi serupa terulang.

Editor: Aryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut