get app
inews
Aa Text
Read Next : Labfor Polda Jateng Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Belik

Sempat Diraih Teman Namun Terseret Arus, Pemuda asal Desa Walangsanga Tenggelam di Kedung Bokor

Sabtu, 05 September 2026 | 17:36 WIB
header img
Polsek Belik bersama Tim SAR gabungan mencari korban tenggelam di Kedung Bokor Sikasur, Sabtu (4/9/2026). (Foto: Istimewa).

PEMALANG, iNewsPemalang.id – Suasana di Kedung Bokor, aliran Sungai Sikasur, Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, mendadak berubah mencekam setelah seorang pemuda asal Desa Walangsanga, Kecamatan Moga, tenggelam saat berenang, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Samsul Askia bin Ali (24), warga Dusun Turi RT 26 RW 06, Desa Walangsanga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

Kapolsek Belik Iptu Bagus Albaqa mengatakan, peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Belik sekitar pukul 10.15 WIB setelah korban tak kunjung muncul ke permukaan usai terseret arus di kedung yang memiliki kedalaman sekitar delapan meter.

Peristiwa itu bermula pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban bersama tiga rekannya, yakni Irfan bin Bukhori, Billy Andika bin Karjo (24), dan Ali Munawir (26), datang ke Kedung Bokor.

Mereka kemudian mendirikan tenda dan bermalam di atas bebatuan di sebelah utara kedung. Selain berkemah, keempat pemuda tersebut menghabiskan waktu dengan memancing di sekitar lokasi.

Keesokan paginya, Sabtu sekitar pukul 08.30 WIB, korban bersama Billy dan Ali Munawir memutuskan mandi sekaligus berenang di Kedung Bokor.

Sementara Irfan memilih mandi di bagian atas kedung karena mengaku tidak bisa berenang.

Nahas, ketika tengah berenang, korban tiba-tiba terseret arus menuju bagian bawah kedung.

Melihat rekannya dalam bahaya, Billy dan Ali Munawir berusaha memberikan pertolongan. Keduanya bahkan sempat meraih tangan korban untuk menariknya ke tepian.

Namun derasnya arus membuat upaya tersebut gagal. Pegangan terhadap korban terlepas dan Samsul kembali terseret ke bagian dalam kedung.

Setelah itu, korban tidak lagi terlihat muncul ke permukaan.

Panik melihat rekannya hilang ditelan air, ketiga saksi kemudian berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi.

Perangkat Desa Sikasur, Nurkholis, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada piket SPKT Polsek Belik.

Mendapat laporan itu, Kapolsek Belik bersama Ka SPK, Kanit Reskrim dan sejumlah anggota piket langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu proses pencarian.

Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk menyisir kedung dan aliran Sungai Sikasur. Proses pencarian melibatkan personel BPBD, MDMC, Polsek Belik, pihak Kecamatan Belik, Koramil Belik, serta sejumlah relawan.

Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan pada Sabtu sekitar pukul 11.26 WIB.

Namun, Samsul ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Muhammadiyah Mardlatilah Randudongkal untuk menjalani pemeriksaan medis.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

Polisi mencatat tiga orang yang berada bersama korban saat kejadian sebagai saksi, yakni Irfan bin Bukhori, Billy Andika bin Karjo, dan Ali Munawir.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan sungai maupun kedung, terutama lokasi yang memiliki kedalaman dan arus cukup deras.

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut