"Motifnya mereka melihat motor terparkir dalam kondisi tidak dikunci lalu ketiga anak ini melakukan aksinya dengan mendorong motornya, lalu membawa ke salah satu tempat yang dituju, ketika merasa sudah aman itu ketemu dengan seseorang, yang mungkin spontan ketemu disana lalu dijual dengan harga yang taksirnya sekitar Rp150 ribu," terangnya.
Sampai dengan proses penyidikan yang dilakukan polisi, menurut AKP Abid, sejauh ini memang murni dari ketiga ABH tersebut, tidak ada pengaruh ataupun perintah dari orang dewasa ataupun kerabat maupun keluarga orang tua dari anak tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, AKP Abid menyebutkan, bahwa kemungkinan salah satu faktor penyebab dari ketiga bocah itu melakukan pencurian adalah karena lingkungan sekitar dan faktor ekonomi.
"Menurut kami salah satu faktor kenapa ketiga ABH ini melakukan pencurian tersebut adalah lingkungan sekitar dan faktor ekonomi, karena uang dari hasil pencurian sendiri itu digunakan untuk bermain, main Timezone di salah satu Ramayana, maupun jalan ke kota arah surabaya, seperti itu," kata AKP Abid.
AKP Abid menjelaskan, pihak orang tua ketiga ABH tersebut sudah menyerahkan sepenuhnya kepada aparat untuk mengambil tindakan hukum terhadap ketiga bocah itu.
"Penyampaian orang tua sudah mengikhlaskan dalam artian mungkin sebagai efek jera kepada anak sendiri, karena memang dari upaya dari orang tua sendiri sudah ada, namun tetap masih dilakukan oleh anak ABH ini dalam melakukan aksi-aksinya melakukan pencurian kendaraan bermotor," jelasnya.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait