PEMALANG, iNewsPemalang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kerusakan parah Jalan Raya Prompong, Desa Kauman, Kecamatan Comal. Sejumlah lubang besar dan cukup dalam di ruas jalan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Camat Comal, Muchammad Maksum, mengatakan perbaikan jalan telah ditangani oleh Unit Pengelola Jalan dan Irigasi (UPJI) Wilayah Comal. Penanganan dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap laporan masyarakat.
Camat Comal M. Maksum (berpeci) turut mengawasi perbaikan jalan berlubang di jalur Prompong Desa Kauman, Kamis (22/1/2026). Foto: Istimewa
“Penanganan sudah dilakukan sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur jalan,” ujar Maksum kepada iNews Pemalang, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, proses perbaikan dilaksanakan oleh UPJI Comal dengan pengawasan langsung dari unsur kecamatan. “Kami bersama Danramil, Kasi Trantib Kecamatan Comal, serta Kepala Desa Kauman turut memantau langsung di lapangan,” katanya.
Seiring dimulainya pekerjaan perbaikan di wilayah Desa Kauman, Pemerintah Kecamatan Comal mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mendukung kelancaran pekerjaan. Pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan saat melintas di lokasi perbaikan karena adanya material dan peralatan kerja.
Masyarakat juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif apabila terjadi penyempitan jalan atau penerapan sistem buka-tutup lalu lintas. Selain itu, pengguna jalan diminta mematuhi arahan petugas di lapangan agar proses perbaikan dapat berjalan optimal dan aman.
“Kami memohon kesabaran masyarakat atas ketidaknyamanan sementara ini. Perbaikan dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan warga dalam jangka panjang,” ujar Maksum.
Sebelumnya, kondisi jalan rusak di sepanjang jalur Prompong memicu keresahan warga akibat banyaknya lubang besar yang menganga di badan jalan. Untuk mengantisipasi kecelakaan, warga sempat menandai titik-titik rawan menggunakan batang pohon dan ban bekas agar mudah terlihat pengendara.
Lubang-lubang tersebut tersebar di sepanjang jalur Kauman–Mojo dan dinilai sangat berbahaya, terutama pada malam hari karena minimnya penerangan jalan. Tingginya volume kendaraan roda dua yang melintas setiap hari turut memperparah risiko kecelakaan.
Berdasarkan pantauan iNews Pemalang, Rabu (21/1/2026), dari arah Desa Kauman menuju Desa Mojo terdapat sedikitnya 16 titik lubang dengan tingkat kerusakan bervariasi. Diameter lubang berkisar antara 50 hingga 110 sentimeter dengan kedalaman sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Warga menilai kondisi tersebut sudah membahayakan dan kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
