PEMALANG, iNewsPemalang.id – Sejumlah rumah warga di Dusun Gintung Desa Sima Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang mengalami rusak parah akibat tersapu banjir bandang pada Jumat (yang 3/1/2026) malam. Hujan deras dalam durasi lama hampir 24 jam mengakibatkan Sungai Gintung yang melintasi wilayah tersebut meluap hebat.
Diketahui, hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat pagi (23/1/2026) hingga Sabtu malam memicu sungai-sungai di kawasan Pemalang selatan meluap tinggi, termasuk Sungai Gintung di Kecamatan Moga, dengan arus deras menerjang kawasan permukiman warga.
Kondisi jalan di Dusun Gintung Desa Sima paska banjir bandang menyisakan lumpur dan material kayu yang terbawa, Sabtu (24/1/2026). Foto: Istimewa
Banjir bandang tersebut membawa material lumpur, bebatuan, serta batang-batang pohon berukuran besar dari hulu sungai. Luapan air yang melampaui badan sungai mengalir deras hingga ke perkampungan dan menerjang rumah-rumah warga. Belum ada laporan resmi terkait total jumlah kerugian. Pejabat terkait masih melakukan pendataan.
Setelah banjir surut, nampak sejumlah rumah rusak parah dengan sisa material berupa lumpur, batu, dan kayu tampak berserakan di jalan-jalan desa.
Di tengah dampak banjir itu, warga menemukan sesosok mayat pria di antara material banjir di Dusun Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, pada Jumat malam (23/1/2026). Korban diduga kuat terseret arus Sungai Gintung saat banjir bandang terjadi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyatakan korban berjenis kelamin laki-laki dan saat ini masih dalam proses identifikasi.
“Korban meninggal dunia ditemukan di aliran Sungai Gintung dan berjenis kelamin laki-laki,” ujar Agus, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit guna keperluan identifikasi lebih lanjut.
Agus menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat pagi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap secara tiba-tiba.
BPBD Kabupaten Pemalang terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Sungai Gintung diketahui memiliki hulu langsung dari kawasan Gunung Slamet. Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari mempercepat peningkatan debit air sungai.
Peristiwa banjir besar di Sungai Gintung sempat terekam dan beredar luas di media sosial pada Jumat sore. Rekaman tersebut memperlihatkan derasnya arus air yang membawa bebatuan besar serta kayu-kayu dari kawasan hutan lereng Gunung Slamet.
BPBD kembali mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang aliran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
