Ia menjelaskan, banyaknya titik bencana menyebabkan penanganan harus dilakukan secara bertahap, terutama karena keterbatasan jumlah alat berat yang harus digunakan secara bergantian di beberapa lokasi.
“Banjir bandang membawa banyak material, mulai dari batu, kayu, pohon, hingga lumpur yang berasal dari kawasan hutan pegunungan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga, lanjut Fahmi, akan melanjutkan penanganan bencana dengan menyalurkan bantuan logistik berupa bahan kebutuhan pokok, air bersih, serta penyediaan tempat pengungsian dan dapur umum bagi warga terdampak. Pemkab juga berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
