Tak hanya merendam rumah, banjir berkepanjangan juga mulai berdampak serius terhadap kesehatan warga. Sejumlah warga bahkan harus dievakuasi akibat gangguan kesehatan yang muncul selama hidup di tengah genangan air.
“Sudah mulai banyak yang sakit, dari anak-anak hingga lansia. Keluhannya muntaber, gatal-gatal, demam, flu, dan penyakit lainnya,” ungkap Sania.
Warga pun berharap adanya penanganan lanjutan, terutama layanan kesehatan dan solusi jangka panjang, mengingat banjir yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan dampak sosial dan kesehatan yang lebih luas apabila cuaca ekstrem terus berlanjut.
Selain Desa Mulyorejo, banjir juga kembali merendam sejumlah wilayah lain, di antaranya Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, serta Desa Pait, Kecamatan Siwalan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, hingga Rabu (4/2/2026) tercatat sebanyak 1.141 jiwa mengungsi dan tersebar di beberapa titik pengungsian.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
