PEMALANG, iNewsPemalang.id – Memasuki bulan April 2026, intensitas curah hujan di wilayah selatan Kabupaten Pemalang masih tergolong tinggi. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini merupakan bagian dari masa peralihan musim (pancaroba) yang ditandai dengan cuaca yang cenderung dinamis serta peningkatan potensi hujan pada siang hingga sore hari.
Hingga saat ini, Selasa (14/4/2026) hujan masih mendominasi di sejumlah kecamatan di wilayah selatan, seperti Belik, Randudongkal, Bantarbolang, Moga, Pulosari, dan Warungpring. Pola hujan yang terjadi umumnya bersifat lokal dengan intensitas sedang hingga lebat, dan kerap disertai petir serta angin kencang dalam durasi singkat.
BMKG menjelaskan bahwa pada periode pancaroba, pemanasan udara pada pagi hingga siang hari memicu terbentuknya awan konvektif seperti cumulonimbus. Awan ini berpotensi menghasilkan hujan lebat yang biasanya turun hampir setiap hari setelah pukul 12.00 WIB hingga menjelang malam.
Selain itu, faktor topografi wilayah selatan Pemalang yang didominasi daerah pegunungan juga turut memengaruhi tingginya curah hujan. Daerah dengan ketinggian lebih rentan terhadap pembentukan awan hujan akibat proses orografis, di mana udara lembap terdorong naik dan mengalami pendinginan.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
