SIDOARJO, iNewsPemalang.id — Warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, digemparkan oleh penemuan seorang kepala desa yang ditemukan meninggal dunia di dalam ruang kerjanya di lingkungan Balai Desa Buncitan, Senin (4/5/2026).
Berdasar informasi dihimpun, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga kantor desa, M. Khozim, yang hendak beraktivitas seperti biasa membersihkan seperti menyapu dan mengepel lantai pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB.
"Saya datang mau bersih-bersih rutin setiap sore. Saya melihat sepeda motor milik korban terparkir dan pintu balai desa terbuka, padahal biasanya dikunci," ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Ia menaruh curiga karena melihat sepeda motor milik korban terparkir di halaman, sementara pintu balai desa dalam keadaan terbuka. Kemudian dia mengecek ruang kerja kepala desa, namun saat itu dilaporkan dalam kondisi tertutup dan gelap. Ketika membuka pintu dan menyalakan lampu, dia terkejut mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dalam posisi duduk dengan seutas tali (selang) menjerat di lehernya.
Penemuan itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga tampak berkumpul di area balai desa untuk memastikan kabar yang cepat menyebar dari mulut ke mulut tersebut. Suasana duka dan kejut menyelimuti lingkungan desa, mengingat korban dikenal aktif dalam kegiatan pemerintahan dan sosial.
Tak lama setelah laporan diterima, aparat kepolisian dari Polsek Sedati bersama tim identifikasi Polresta Sidoarjo segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti serta memastikan penyebab kematian korban.
Garis polisi dipasang di sekitar ruang kerja untuk membatasi akses warga selama proses penyelidikan berlangsung. Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk perangkat desa dan saksi yang pertama kali menemukan korban.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian kepala desa tersebut. Namun, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan autopsi jika diperlukan.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
