PEMALANG, iNewsPemalang.id – Perjalanan karier Anom Widiyantoro selama hampir tiga dekade membawanya menapaki tangga kesuksesan. Berawal dari dunia korporasi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ia mencapai posisi strategis sebagai eksekutif sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan dipercaya memimpin Kabupaten Pemalang.
Namun, perjalanan yang dibangun selama puluhan tahun itu kini menghadapi ujian besar setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Anom dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Kabupaten Pemalang pada Selasa (28/7/2026).
"Benar, ada penangkapan terhadap Bupati Pemalang," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Hingga kini, KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang menjerat Anom. Fitroh juga belum menjelaskan jumlah pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
"Lebih detailnya ke jubir," ujarnya singkat.
Penangkapan itu menjadi babak yang kontras dalam perjalanan hidup Anom. Baru beberapa bulan menjabat sebagai Bupati Pemalang setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, ia kini harus berhadapan dengan proses hukum KPK.
Bersama wakilnya, Nurkholes, Anom memenangkan Pilkada dengan dukungan koalisi Partai Golkar, Perindo, PSI, Gelora, dan Partai Buruh.
Sebelum dikenal sebagai kepala daerah, Anom lebih dahulu membangun reputasi di dunia profesional. Lahir pada 20 Maret 1970, ia menghabiskan masa sekolah di Cimahi dan Bandung sebelum menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro pada 1996. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran dan lulus pada 2005.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
