Kisah Putri Keraton Pemalang Raden Ayu Sekar Arum dan Dua Tokoh Sakti

Aryanto
Putri Keraton Pemalang Raden Ayu Sekar Arum dikenal sangat mencintai rakyatnya. Foto: Ilustrasi/Istimewa

PEMALANG, iNewsPemalang.id – Di balik nama Desa Paduraksa, Kabupaten Pemalang, tersimpan kisah legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi. Cerita rakyat ini berkisah tentang Raden Ayu Sekar Arum, putri kedaton Kerajaan Pemalang yang dikenal berparas cantik, berhati lembut, serta memiliki kepedulian besar terhadap kehidupan rakyatnya.

Namun, kisah tersebut bukan sekadar cerita tentang kecantikan seorang putri dan persaingan dua lelaki sakti untuk memperebutkan hatinya. Lebih dari itu, legenda Paduraksa menyimpan pesan tentang kesadaran diri, persahabatan, persatuan, dan pentingnya menerima kebaikan dari siapa pun, termasuk mereka yang datang dari luar daerah.

Berikut kisah yang hidup dalam tradisi tutur masyarakat tersebut.

Raden Ayu Sekar Arum, Putri Keraton yang Mencintai Rakyat

Pada zaman dahulu, ketika Kerajaan Pemalang masih berdiri dengan segala kemegahan dan kewibawaannya, hiduplah seorang putri bernama Raden Ayu Sekar Arum.

Ia merupakan putri tunggal kerajaan yang dikenal memiliki paras rupawan. Rambutnya panjang terurai hingga pinggul, menambah pesona seorang putri yang tumbuh dalam lingkungan kedaton. Warna hijau menjadi warna kesukaannya, mencerminkan sosok yang lekat dengan keindahan alam dalam kisah yang diwariskan masyarakat.

Namun, kecantikan bukanlah satu-satunya hal yang membuat Sekar Arum dikagumi. Di balik penampilannya yang anggun, tersimpan hati yang lembut dan kepedulian sosial yang tinggi.

Ia tidak ingin hanya menikmati kemewahan kehidupan keraton, sementara rakyat di luar tembok istana masih bergelut dengan kesulitan hidup.

Karena itu, Sekar Arum kerap turun langsung ke pelosok pedesaan. Ia ingin melihat sendiri bagaimana kehidupan rakyat berjalan, sekaligus memastikan para abdi dalem dan pejabat kerajaan menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.

Baginya, kesejahteraan rakyat bukan sekadar urusan yang cukup dilaporkan di hadapan raja. Ia ingin menyaksikan kenyataan dengan mata kepalanya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Sekar Arum menemukan masih banyak rakyat yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan. Ia pun berusaha membantu mereka, seraya berharap para pejabat kerajaan memiliki kepedulian yang sama.

Sikap itulah yang membuat Sekar Arum bukan hanya dikenal sebagai putri cantik, melainkan juga sebagai sosok yang dekat dengan rakyat.

Patih Jongsari Menaruh Hati

Kecantikan dan kepribadian Sekar Arum rupanya menarik perhatian banyak lelaki di lingkungan kerajaan. Salah satunya adalah Patih Jongsari, seorang tokoh kepercayaan raja yang memiliki kemampuan dan kesaktian.

Sebagai pejabat penting kerajaan, Jongsari dikenal memiliki kedudukan yang kuat. Namun, di balik kewibawaannya, ia menyimpan perasaan terhadap sang putri.

Persoalannya, Jongsari bukan satu-satunya lelaki yang ingin mendapatkan hati Sekar Arum.

Sang putri menyadari bahwa memilih seorang pendamping hidup bukan perkara sederhana. Ia tidak ingin keputusannya melukai pihak lain, terlebih jika persaingan di antara para lelaki itu berpotensi menimbulkan perselisihan.

Akhirnya, Sekar Arum mengumumkan sebuah sayembara.

Ia menyatakan bahwa lelaki yang ingin menjadi pendampingnya harus memiliki kesaktian sekaligus kemampuan mengayomi rakyat. Baginya, seorang calon pendamping bukan hanya harus kuat, tetapi juga mampu menunjukkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

Sayembara itu segera menjadi perbincangan di lingkungan kerajaan.

Di antara mereka yang mendengar kabar tersebut, muncul seorang lelaki dari Madiun bernama Raden Mangoneng.

Editor : Aryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network