Panik! Tas Berisi Uang dan Barang Berharga Tertinggal di Bus, Pemudik asal Pemalang Lapor Polisi
PEMALANG, iNewsPemalang.id — Seorang pemudik bernama Toipul (20), yang baru saja turun di jalur pantura, tepatnya di simpang empat Gandulan, Pemalang, terlihat panik dan bergegas mendatangi Pos Terpadu dengan wajah cemas. Ia baru saja turun dari bus—namun sesuatu yang penting tertinggal jauh di belakang: tas berisi pakaian, uang, dan barang berharganya, ikut melaju menuju Pekalongan. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (20/3/2026) malam lalu.
Kesadaran itu datang terlambat. Bus yang ditumpanginya telah hilang dari pandangan, menembus gelapnya jalan pantura.
Laporan cepat itu langsung memicu respons sigap aparat. Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengungkapkan, begitu menerima aduan, personel tanpa menunggu waktu segera bergerak melakukan pengejaran.
Koordinasi pun dilakukan dengan petugas di Pos Check Point Blandong, Comal. Ciri-ciri bus disebar, harapan dititipkan pada setiap kendaraan yang melintas. Namun hasilnya nihil—bus yang dicari diduga telah melaju lebih jauh, meninggalkan wilayah Pemalang menuju Pekalongan.
Tak ingin kehilangan jejak, petugas bersama Toipul turun langsung ke lapangan. Penyisiran dilakukan menyusuri jalur pantura, dari Comal hingga memasuki Kota Pekalongan. Perjalanan yang tak hanya menguras waktu, tetapi juga ketegangan.
Hingga akhirnya, secercah harapan muncul di Terminal Pekalongan.
Di sanalah bus yang dicari ditemukan—masih terparkir, seolah menunggu akhir dari pencarian yang menegangkan. Tanpa membuang waktu, Toipul bersama petugas segera memeriksa bagian dalam bus.
Hasilnya melegakan.
Tas yang sempat hilang itu masih berada di tempatnya, utuh tanpa tersentuh.
“Alhamdulillah, tasnya masih ada dan bisa diamankan,” ujar Kapolres.
Bagi Toipul, momen itu bukan sekadar menemukan barang. Itu adalah kelegaan yang tak ternilai. Ia mengaku tas tersebut berisi perlengkapan penting untuk melanjutkan perjalanan mudiknya dari Jakarta menuju Desa Kejene, Kecamatan Randudongkal.
“Saya turun cuma bawa kardus, tasnya tertinggal di bus,” katanya, mengenang detik-detik yang sempat membuatnya panik.
Rasa syukur pun ia sampaikan kepada petugas yang telah membantunya.
Menurutnya, kesigapan polisi menjadi kunci berakhirnya insiden tersebut dengan baik.
“Petugas sangat cepat merespons, jadi tas saya bisa ditemukan lagi,” ujarnya.
Di tengah arus mudik yang padat dan penuh cerita, satu kisah ini menjadi pengingat: di balik perjalanan panjang, selalu ada kemungkinan tak terduga—dan di saat genting, kecepatan serta kepedulian bisa membuat perbedaan besar.
Editor : Aryanto