Pesona Seribu Monyet Jinak di Candi Batur Bulakan
PEMALANG, iNewsPemalang.id — Di Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, sebuah lanskap hijau menyimpan denyut kehidupan yang tak biasa. Kawasan yang dikenal sebagai Candi Batur Bulakan—meski bukan situs purbakala—adalah hamparan hutan lindung seluas sekitar 3–4 hektare yang menjadi panggung alami bagi ratusan hingga ribuan monyet ekor panjang.
Di sinilah, di bawah kanopi pepohonan yang rimbun, interaksi antara manusia dan satwa liar berlangsung dengan nada yang nyaris intim—jinak, akrab, bahkan terkesan manja.
Kemanjaan yang Menarik Simpati
Populasi monyet yang diperkirakan mencapai sekitar 1.200 ekor hidup dalam kelompok-kelompok sosial yang tertata. Jenis Macaca fascicularis yang mendominasi dikenal cerdas dan adaptif. Namun di Bulakan, mereka menunjukkan sisi lain: keberanian yang bersahabat.

Para pengunjung kerap disambut bukan dengan jarak, melainkan dengan pendekatan yang penuh rasa ingin tahu. Begitu tangan manusia menggenggam kacang atau pisang, monyet-monyet itu datang mendekat—bukan menyerbu, melainkan seolah “meminta” dengan gestur halus yang mengundang senyum.
Anak-anak tertawa, orang dewasa larut dalam kehangatan momen. Interaksi ini menghadirkan sensasi langka: menyentuh alam liar tanpa rasa gentar.
“Rasanya seperti mereka sudah mengenal kita,” ujar seorang pengunjung, menggambarkan kedekatan yang tercipta hanya dalam hitungan menit.
Ruang Hidup yang Sarat Makna
Lebih dari sekadar destinasi singgah di jalur Pemalang–Purbalingga, kawasan ini menyimpan lapisan makna yang hidup dalam kepercayaan warga. Memberi makan monyet dipercaya membawa keberkahan. Ada pula pantangan tak tertulis—seperti menghindari pakaian hijau muda—yang menegaskan bahwa ruang ini tak hanya ekologis, tetapi juga spiritual.
Editor : Aryanto