Tragis! Karir Cemerlang Anom di BUMN hingga Sukses Jadi Bupati, Kini Kandas di Jeruji KPK
Karier profesionalnya dimulai di PT Wijaya Karya (WIKA). Selama kurun 1996 hingga 2021, ia menempati berbagai posisi penting, mulai dari staf ahli, internal auditor, kepala seksi, manajer keuangan dan personalia, manajer keuangan dan operasi departemen luar negeri, hingga dipercaya sebagai general manager.
Selepas dari WIKA, Anom melanjutkan kiprahnya sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Property (PT HIPA) pada periode 2021–2024.
Pengalaman panjang di perusahaan pelat merah menjadi modal politik yang mengantarkannya ke kursi Bupati Pemalang. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK, Anom tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp21,3 miliar.
Namun, karier yang selama ini identik dengan profesionalisme kini dibayangi proses hukum. OTT yang dilakukan KPK mengubah arah perjalanan politiknya hanya beberapa bulan setelah resmi memimpin Kabupaten Pemalang.
Penangkapan Anom juga menambah daftar kepala daerah yang diamankan KPK sepanjang 2026. Sebelum dirinya, sedikitnya 11 kepala daerah telah diproses melalui operasi senyap lembaga antirasuah dengan dugaan tindak pidana korupsi yang beragam, mulai dari suap, pemerasan, hingga penerimaan gratifikasi.
Editor : Aryanto