get app
inews
Aa Text
Read Next : Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 Layani Hampir Seribu Warga Tegal

Labfor Polda Jateng Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Belik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:50 WIB
header img
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah turun tangan menyelidiki penyebab kebakaran Pasar Belik Pemalang. (Foto: Istimewa).

PEMALANG, iNewsPemalang.id – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah turun tangan menyelidiki penyebab kebakaran hebat yang melanda Pasar Belik, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Sabtu (29/8/2026) malam.

Hingga Minggu (30/8/2026), penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Petugas telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan, kepastian penyebab kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan tim Labfor Polda Jateng.

"Lokasi kejadian telah dipasang garis polisi. Adapun penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Jateng," kata Rendy.

Saat kebakaran terjadi, puluhan personel Polres Pemalang bersama jajaran Polsek langsung dikerahkan ke lokasi. Selain mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), polisi membantu para pedagang menyelamatkan dan mengevakuasi barang dagangan.

"Setibanya di lokasi, personel Polres dan jajaran Polsek langsung mengamankan lokasi, serta membantu para pedagang mengevakuasi barang dagangan," ujarnya.

Kebakaran juga berdampak pada arus lalu lintas. Pasar Belik berada di jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Purbalingga.

Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga keselamatan pengguna jalan, personel Satlantas Polres Pemalang melakukan pengalihan arus di simpang tiga Rumah Makan Setiasih. Kendaraan kemudian diarahkan melalui jalur alternatif.

"Personel Satlantas memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di simpang tiga Rumah Makan Setiasih, untuk mengalihkan arus kendaraan melalui jalur alternatif," kata Rendy.

Berdasarkan data sementara, Pasar Belik memiliki 187 kios dan 635 lapak. Dari jumlah tersebut, sekitar 120 kios dan 500 lapak terdampak kebakaran.

Polisi mengimbau pedagang dan masyarakat tidak mendekati maupun memasuki area yang terdampak kebakaran. Selain mengganggu proses penyelidikan, kondisi bangunan yang terbakar masih berpotensi membahayakan keselamatan.

"Kami mengimbau masyarakat dan pedagang untuk tetap tenang, serta tidak memasuki area terdampak demi keamanan dan keselamatan," pungkasnya.

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut