Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sijago Merah Lahap Rumah Warga Kendaldoyong, Diduga Dipicu Korsleting Kipas Angin
Advertisement . Scroll to see content

Polisi Selidiki Dugaan Perundungan Siswa SD Kebondalem yang Meninggal Dunia, Autopsi Digelar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:09 WIB
  • author Aryanto
Polisi Selidiki Dugaan Perundungan Siswa SD Kebondalem yang Meninggal Dunia, Autopsi Digelar
Autopsi jenazah MHA (7) murid SD melibatkan tim forensik Biddokkes Polda Jawa Tengah. Foto: Istimewa

PEMALANG, iNewsPemalang.id – Polisi menyelidiki dugaan perundungan atau kekerasan terhadap Muhammad Hasbi Al Aqib (MHA), 7, murid SD Negeri 1 Kebondalem, kelas 2, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr Ashari Pemalang.

Dugaan MHA menjadi korban kekerasan tersebut merupakan salah satu informasi yang didalami penyidik. Namun, polisi belum menyimpulkan adanya keterkaitan antara dugaan perundungan dengan penyebab kematian korban.

Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Faizal Wildan mengatakan, Satreskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima informasi masyarakat terkait kematian seorang anak yang diduga mengalami kekerasan.

“Semalam kami Satreskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima laporan dari masyarakat atau adanya informasi bahwa ada seorang anak meninggal dunia yang diduga akibat adanya tindakan kekerasan,” kata Wildan kepada wartawan di RSUD dr. Ashari, Kamis (1/10/2026).

Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi mendatangi rumah duka dan meminta keterangan awal dari orang tua serta orang-orang terdekat korban. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi korban sebelum meninggal, termasuk informasi mengenai dugaan kekerasan yang dialaminya.

“Semalam kami sudah mendatangi ke rumah duka, kami sudah melaksanakan interogasi awal kepada orang tua ataupun orang-orang terdekat dengan korban,” ujarnya.

Autopsi Ungkap Penyebab Kematian

Jenazah MHA menjalani autopsi di RSUD dr. Ashari Pemalang, Kamis pagi. Pemeriksaan forensik dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban secara medis.

Wildan menegaskan, polisi belum dapat menyimpulkan kondisi medis korban maupun hubungan dugaan kekerasan dengan kematiannya sebelum hasil pemeriksaan forensik keluar.

“Kami akan dalami dengan pihak tim forensik Biddokkes Polda Jateng,” katanya.

Autopsi melibatkan tim forensik Biddokkes Polda Jawa Tengah sebagai bagian dari penyelidikan berbasis scientific crime investigation.

Editor: Aryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut