Bagi Toipul, momen itu bukan sekadar menemukan barang. Itu adalah kelegaan yang tak ternilai. Ia mengaku tas tersebut berisi perlengkapan penting untuk melanjutkan perjalanan mudiknya dari Jakarta menuju Desa Kejene, Kecamatan Randudongkal.
“Saya turun cuma bawa kardus, tasnya tertinggal di bus,” katanya, mengenang detik-detik yang sempat membuatnya panik.
Rasa syukur pun ia sampaikan kepada petugas yang telah membantunya.
Menurutnya, kesigapan polisi menjadi kunci berakhirnya insiden tersebut dengan baik.
“Petugas sangat cepat merespons, jadi tas saya bisa ditemukan lagi,” ujarnya.
Di tengah arus mudik yang padat dan penuh cerita, satu kisah ini menjadi pengingat: di balik perjalanan panjang, selalu ada kemungkinan tak terduga—dan di saat genting, kecepatan serta kepedulian bisa membuat perbedaan besar.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
