Mabuk Kecubung! Remaja Ditemukan Terkapar di Kebun

Aryanto
Petugas Polsek Mrebet mengevakuasi remaja asal Kecamatan Randudongkal yang tergeletak di perkebunan warga Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Senin (4/5/2026). Foto: Dok. Polsek Mrebet

PURBALINGGA, iNewsPemalang.id – Suasana tenang di area kebun Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga mendadak berubah mencekam pada Senin (4/5/2026). Seorang remaja berinisial SSP (16), warga Kecamatan Randudongkal, ditemukan tergeletak tak berdaya di antara rimbunnya perkebunan warga.

Penemuan itu bermula dari aktivitas warga yang melintas di sekitar lokasi. Mereka mendapati tubuh korban dalam kondisi tak bergerak, memicu kepanikan sekaligus tanda tanya besar. Tanpa menunggu lama, laporan segera dilayangkan ke Polsek Mrebet.

Pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan di lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Petugas bergerak cepat. Korban dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Bobotsari dalam kondisi masih hidup, namun jauh dari normal. Ia tidak mampu berkomunikasi dengan baik, bahkan tampak kehilangan kesadaran penuh atas situasi di sekitarnya.

Kapolsek Mrebet, Iptu Susetyo Yulianto, mengungkapkan bahwa saat ditemukan, kondisi korban menyerupai orang yang berada di bawah pengaruh zat tertentu.

“Korban masih hidup, namun seperti mabuk dan sulit diajak berkomunikasi,” jelasnya, Selasa (5/5/2026).

Pemeriksaan medis kemudian membuka tabir awal penyebab insiden tersebut. Tim medis menduga korban mengalami keracunan setelah mengonsumsi kecubung—tanaman yang dikenal memiliki efek halusinogenik berbahaya bila disalahgunakan.

Situasi sempat semakin rumit lantaran korban tidak membawa identitas apa pun. Proses identifikasi pun berjalan alot sebelum akhirnya pihak kepolisian berhasil mengungkap jati dirinya melalui penyelidikan lanjutan.

Setelah identitas dipastikan, keluarga korban akhirnya datang menjemput pada dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Kasus ini pun menjadi pengingat keras akan bahaya laten penyalahgunaan zat beracun di kalangan remaja, yang dapat berujung pada situasi nyaris merenggut nyawa.

 

Editor : Aryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network