Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menangani dampak kekeringan dengan mendistribusikan air bersih ke 30 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Pada pertengahan Juli 2026, jumlah warga terdampak dilaporkan mencapai sekitar 93.250 jiwa. Tujuh kecamatan tersebut meliputi Pulosari, Watukumpul, Randudongkal, Warungpring, Belik, Bantarbolang, dan Bodeh.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kekeringan di Pemalang bukan sekadar persoalan berkurangnya debit sumur, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Warga diimbau menggunakan air secara bijak dan mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau. Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan terus memantau wilayah terdampak serta menyiapkan langkah penanganan apabila sumber air warga semakin menyusut.
Editor : Aryanto
Artikel Terkait
