Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Miris! Tiga Kepala Desa di Magelang Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Lebih Dari Rp2,1 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

59 Tahun Lestarikan Kesenian, Soreng Warga Setuju digadang Bakal Go Internasional

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 21:42 WIB
  • author Arimbi Haryas Prabawanti
59 Tahun Lestarikan Kesenian, Soreng Warga Setuju digadang Bakal Go Internasional
Soreng Warga Setuju

59 Tahun Berkarya untuk Melestarikan Soreng

Sanggar seni yang sudah berkiprah lebih dari separuh abad itu tak hanya tampil di daerah Magelang saja.

SWS bahkan pernah menjadi bintang tamu saat upacara 17 Agustus di Istana Negara pada 2019 dibawah asuhan Eko Supriyanto (Eko Pece).

Seorang penari, Sulistyo (28) mengaku, ia dan rekan-rekan SWS merasa bangga dengan pengalaman tersebut.

"Kami juga pernah pentas kebudayaan membawakan Tari Soreng ke Jakarta Bali Surabaya," kata Sulis.

Menurut dia, penampilannya di berbagai kota besar dan Istana Merdeka itu menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran baru.

"Saya dan teman-teman bisa mengasah kreativitas, kemampuan sekaligus bangga tentunya, tarian kami bisa dilihat langsung Presiden Republik Indonesia," ujarnya.

Sulis pun berharap, SWS bisa mengembangkan sayap dan berkarya di kancah internasional.

Sementara itu, Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang juga pendamping SWS, Harji, mengatakan, Tari Soreng Bandungrejo sebagai kesenian rakyat, mempunyai keunikan yang dapat dilihat pada garap cerita, gerak tari, tata rias, tata busana, dan musik pengiringnya.

"Keunikan bentuk dan daya tarik itulah yang menjadi aset wisata Magelang," jelasnya.

Lebih lanjut, Harji menuturkan, hingga saat ini SWS menjadi laboratorium kesenian dan pusat konservasi kesenian Soreng karena warganha konsisten dalam gerak musik dan rasa.

Editor: Anila Dwi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut