Panik! Kendaraan Pemudik Terjebak di Bahu Tol Pemalang Berjam-jam Akibat Pecah Ban
PEMALANG, iNewsPemalang.id — Situasi mencekam menyelimuti bahu jalan tol di perbatasan Pemalang–Tegal, Sabtu (28/3/2026). Seorang pemudik, Yufiwandita (35), terpaksa menghentikan laju mobil minibus yang ditumpanginya bersama keluarga akibat mendadak pecah ban di KM 301 jalur B.
Tak hanya itu, upaya darurat untuk mengganti ban pun berujung buntu. Alat pembuka ban serep yang seharusnya menjadi penyelamat justru patah, membuat mereka tak berdaya di lokasi yang rawan kecelakaan.
Waktu berjalan lambat. Sejak pukul 15.00 WIB, Yufiwandita dan keluarganya terjebak di bahu tol—lelah, cemas, dan dihantui risiko kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi di sisi mereka.
“Alhamdulillah, ada patroli dari Satlantas Polres Pemalang yang datang membantu. Kami di sini dari jam 3 sore,” ujar Yufiwandita, suaranya lega setelah bantuan akhirnya tiba.
Kehadiran petugas kepolisian menjadi titik balik di tengah situasi genting tersebut. Di lokasi yang penuh risiko, rasa aman yang sempat hilang perlahan kembali.
“Alhamdulillah sudah aman, ini langsung dibantu dan sudah beres, kendaraannya mau diderek,” katanya.
Yufiwandita mengaku, berhenti di bahu jalan tol bukan hanya melelahkan secara fisik, tetapi juga menguras mental. Ia sepenuhnya menyadari bahaya yang mengintai setiap detik.
Minibus yang dikemudikannya saat itu membawa rombongan keluarga dalam perjalanan balik menuju Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, usai bersilaturahmi ke rumah kerabat di Pemalang.
“Saya mengemudikan minibus, membawa rombongan keluarga dari Bumiayu,” tuturnya.
Di tengah kelelahan perjalanan panjang, insiden tersebut menjadi cobaan tak terduga. Namun, respons cepat aparat menjadi penyelamat.
“Mobil patroli polisi yang datang menepi dan membantu kami sangat membuat hati lega, karena keluarga kami sudah sangat lelah,” ungkapnya.
Dengan penuh rasa syukur, Yufiwandita menyampaikan apresiasi mendalam kepada petugas yang sigap turun tangan.
“Terima kasih pada Satlantas Polres Pemalang dan tim, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih ya, Pak,” ucapnya.
Di balik hiruk-pikuk arus mudik, kisah ini menjadi pengingat: di tengah risiko perjalanan, kehadiran aparat di lapangan bukan sekadar patroli—melainkan harapan yang nyata bagi para pemudik.
Editor : Aryanto