Dua Orang Tersambar Petir saat Tahlilan di Kuburan Pemalang, 1 Tewas
PEMALANG, iNewsPemalang.id — Suasana duka menyelimuti Dukuh Sikentung, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, setelah sambaran petir merenggut nyawa seorang warga dan melukai satu lainnya pada Kamis (14/5) sore. Peristiwa tragis itu terjadi sesaat usai warga mengikuti tahlilan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Sikentung, di tengah cuaca ekstrem yang tiba-tiba berubah ganas.
Kapolsek Petarukan, AKP Amroni, mengungkapkan bahwa insiden tersebut menimpa tiga warga yang saat itu berusaha menyelamatkan diri dari hujan deras disertai petir. Dua di antaranya menjadi korban sambaran petir, sementara satu orang lainnya berhasil selamat.
“Korban meninggal dunia berinisial AR (42), sedangkan M (60) mengalami luka-luka dan kini masih menjalani perawatan medis,” terang AKP Amroni didampingi Kasi Humas Polres Pemalang Iptu Suharno.
Peristiwa bermula ketika warga Dukuh Sikentung menggelar tahlilan di area pemakaman umum. Namun, di tengah kegiatan berlangsung, cuaca mendadak berubah drastis. Hujan deras turun disertai kilatan petir yang terus menyambar, memaksa warga membubarkan diri dan pulang lebih awal.
Dalam situasi itu, tiga warga yakni AR (42), M (60), dan Warsito (42) memilih berteduh di bangunan penyimpanan keranda yang berada di area kuburan tersebut. Mereka berharap hujan segera reda sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Nahas, di saat ketiganya berlindung, petir tiba-tiba menyambar lokasi tersebut dengan suara dentuman keras yang mengejutkan warga sekitar. Sambaran maut itu mengenai AR dan M, sementara Warsito berhasil lolos tanpa mengalami luka.
AR dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius pada bagian telinga akibat tersambar petir. Sementara M mengalami luka di bagian bibir dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siaga Medika untuk mendapatkan penanganan intensif.
Kesaksian Warsito menjadi kunci dalam mengungkap detik-detik mengerikan tersebut. Ia menyebut sambaran petir terjadi begitu cepat ketika mereka tengah berlindung dari hujan yang semakin deras. Saat itu, kondisi cuaca memang dilaporkan sangat ekstrem dengan intensitas petir tinggi di wilayah Petarukan.
Petugas kepolisian bersama warga segera melakukan evakuasi korban usai kejadian. Jenazah AR kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara korban selamat masih mendapatkan perawatan medis.
Editor : Aryanto