Hujan Lebat Angin Kencang dan Petir Masih Mendera Wilayah Pemalang, BMKG: Waspada Cuaca Buruk
PEMALANG, iNewsPemalang.id – Langit Pemalang sepanjang Mei 2026 masih diselimuti awan. Hujan lebat disertai sambaran petir dan terjangan angin kencang mendera sejumlah wilayah, memicu rentetan bencana hidrometeorologi mulai dari pohon tumbang, sungai meluap, banjir genangan hingga longsor di kawasan selatan dan pesisir utara.
Cuaca ekstrem yang datang nyaris tanpa jeda membuat warga dihantui kekhawatiran. Berdasarkan laporan lapangan serta peringatan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan tinggi masih berpotensi berlangsung meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Peristiwa paling mencolok terjadi pada 14 Mei 2026 di Kecamatan Petarukan. Hujan deras yang mengguyur sejak sore berubah ganas ketika angin kencang menerjang permukiman warga di Dusun Peron. Sebatang pohon berukuran besar roboh dan menghantam rumah warga hingga mengalami kerusakan. Suasana malam sempat mencekam saat petugas gabungan BPBD dan PMI melakukan evakuasi di tengah cuaca yang masih tidak bersahabat.
Tak hanya kawasan pesisir, wilayah selatan Pemalang seperti Bantarbolang, Randudongkal, Moga, Belik, Pulosari, hingga Watukumpul juga terus diguyur hujan berintensitas tinggi. Sungai-sungai meluap, diantaranya sungai Comal yang melintas di Kecamatan Bantarbolang.
Selain itu, kontur perbukitan dan tebing curam membuat daerah tersebut rawan longsor serta luapan sungai kecil dari kawasan pegunungan. Tanah yang mulai jenuh air meningkatkan ancaman bencana susulan kapan saja.
BMKG melalui sistem peringatan dini cuaca ekstrem menegaskan bahwa hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah sepanjang Mei 2026. Kondisi ini dinilai dapat memicu banjir, banjir bandang, longsor, hingga pohon tumbang di sejumlah daerah rawan.
Belum lama ini, dua orang di Pemalang tersambar petir, satu meninggal dunia dan satu orang kritis. Sementara, di wilayah Desa Wisnu Kecamatan Watukumpul, batu besar longsor dari atas bukit menghantam rumah warga. Beruntung insiden longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Editor : Aryanto