get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Rumah di Pemalang, 1 Orang Luka Bakar Serius

Bikin Syok! Batu Raksasa Longsor dari Bukit Menghantam Rumah Warga Watukumpul Pemalang

Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:34 WIB
header img
Sebuah batu besar menghantam rumah warga di Desa Wisnu Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Kamis (14/5/2026). Foto: Istimewa

PEMALANG, iNewsPemalang.id – Dentuman keras memecah kesunyian malam di Dukuh Pejarakan, Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (14/5/2026). Sebuah batu raksasa yang diduga longsor dari lereng bukit tiba-tiba meluncur deras dan menghantam rumah warga hingga porak-poranda. Beruntung, lima penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri dari maut yang datang tanpa peringatan.

Peristiwa mencekam itu terjadi saat satu keluarga tengah beraktivitas di dalam rumah. Tanpa tanda-tanda alam mencurigakan, suara gemuruh mendadak terdengar dari arah bukit di belakang permukiman. Beberapa detik kemudian, batu berdiameter sekitar tiga meter menerjang bangunan dengan kekuatan dahsyat dan menghancurkan bagian ruang tengah rumah.

Benturan keras membuat penghuni rumah panik dan berhamburan keluar demi menyelamatkan diri. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang ditinggalkan terbilang parah. Dinding rumah jebol, perabotan hancur berserakan, sementara bagian depan hingga tengah bangunan rusak berat akibat hantaman batu raksasa tersebut.

Pemilik rumah, Karmudi, mengaku syok karena kejadian berlangsung begitu cepat. Ia tidak menyangka batu besar bisa tiba-tiba lepas dari tebing dan menghantam rumahnya.

“Rusaknya parah dari bagian depan sampai tengah rumah. Tembok jebol dan barang-barang di dalam juga rusak semua,” ujarnya di lokasi kejadian.

Warga sekitar menyebut kondisi cuaca saat insiden terjadi relatif normal tanpa hujan maupun angin kencang. Namun keberadaan bebatuan besar di lereng bukit belakang permukiman kini memicu kekhawatiran baru. Mereka takut batu lain sewaktu-waktu ikut runtuh dan mengancam keselamatan warga.

Hingga Jumat, batu raksasa itu masih tertanam di dalam bangunan karena belum memungkinkan untuk dievakuasi. Proses penanganan terkendala ukuran batu yang sangat besar serta material keras yang menyulitkan pemindahan.

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut